eduaila.com - Mahasiswa Kelas Tarbiyah 2024 Aslam Islamic Learning Academy mengikuti pembelajaran kedua yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (2/12/2025). Pada sesi ini, para mahasiswa diajak memperdalam pemahaman tentang urgensi layanan konseling di sekolah melalui berbagai perspektif keilmuan.
Materi disampaikan oleh Dwi Jatmiko, M.Pd., yang memaparkan bahwa kebutuhan konseling di sekolah tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga memiliki landasan kuat dari aspek yuridis, filosofis, sosial budaya, psikologis, media sosial, serta religius.
Dwi Jatmiko menjelaskan, secara yuridis, keberadaan layanan konseling merupakan amanat regulasi pendidikan nasional yang menegaskan pentingnya pengembangan karakter dan kesejahteraan peserta didik. Dari sisi filsafat, konseling menjadi sarana membantu peserta didik menemukan makna dan arah dalam proses belajarnya.
Sementara itu, aspek sosial budaya menegaskan bahwa dinamika pergaulan, nilai masyarakat, dan perubahan gaya hidup turut memengaruhi kondisi mental siswa. Aspek psikologis semakin memperkuat kebutuhan tersebut, mengingat siswa menghadapi tekanan akademik, keluarga, hingga perkembangan diri yang kompleks.
Di era digital, kata Dwi Jatmiko, pengaruh media sosial tak bisa diabaikan. Paparan informasi, perbandingan sosial, hingga cyberbullying berpotensi menimbulkan masalah emosional pada siswa. Adapun dari aspek religius, konseling berperan sebagai media penguatan nilai, akhlak, serta kesadaran spiritual peserta didik.
“Sekolah membutuhkan konseling yang bukan hanya menyelesaikan masalah, tetapi juga memfasilitasi tumbuh kembang peserta didik secara utuh, intelektual, sosial, dan spiritual,” ujarnya dalam pemaparan.
Pembelajaran yang berlangsung interaktif tersebut mendapat respons positif dari mahasiswa. Mereka berharap materi lanjutan dapat memberikan contoh implementasi konseling yang efektif sesuai kebutuhan sekolah saat ini.
Dengan hadirnya kajian komprehensif seperti ini, Aslam Islamic Learning Academy berharap lulusan Tarbiyah memiliki kapasitas lebih luas dalam memahami peserta didik dan mampu mewujudkan pendidikan yang humanis, adaptif, dan berkarakter.



0 comments:
Posting Komentar