Dwi Jatmiko

Pendakwah
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan


eduaila.com - Kunci kampung yang berkah dan bahagia menjadi tema salat Subuh Berjamaah dan Kajian Subuh di Masjid Al-Ikhlas Bayan Krajan RT 4 RW 15 Kadipiro Banjarsari Kota Surakarta, Minggu (17/5/2026) 


Tema tersebut disampaikan oleh Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko.


Di awal kajiannya, guru PAI SD Muhammadiyah 1 Ketelan itu mengingatkan seperti dalam penggalan Surat Al-An’am ayat 162, Inna sholati wanusuki wamahyaya wamamati lillahi robbil alamin.


“Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah kepunyaan Allah,” ujarnya, sambil tersenyum.


Dia mengajak jemaah untuk merenungi dua konsep dasar dalam islam yang tak lekang oleh waktu, yaitu iman dan takwa. Selain itu, ia juga mengupas secara mendalam tentang makna, hubungan dan implementasi keduanya dalam kehidupan sehari-hari orang islam.


Iman, secara bahasa berarti percaya, sedangkan secara istilah adalah keyakinan dalam hati, pengakuan dengan lisan, serta pembuktian melalui amal perbuatan. Sebagaimana firman Allah dalam Qs al-A’raf ayat 96.


“Seandainya seluruh penduduk suatu negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi. Maka kunci kampung berkah dan bahagia bisa diawali dengan geraka WA, yaitu waosan alquran atau baca al quran dan faham artinya,” ajaknya.


Keberkahan ini dapat berupa rezeki yang melimpah dan kemudahan dalam segala urusan untuk warga kampung, mudah untuk umrah, haji, sehat rohani, seger waras tanpa obat kimiawi maupun fisik.


Di akhir pengajian, Ustaz yang juga anggota Pimpinan Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (PDM) Solo itu mengajak jemaah untuk terus meningkatkan kualitas ibadah dengan peduli agama, peduli manusia, peduli lingkungan dan sistem serta memohon kepada Allah agar dimudahkan dalam menjalankan setiap amal saleh dalam kehidupan sehari-hari.


Melalui salat yang khusyuk di Masjid maupun di Musholla rumah, komunikasi yang baik, serta saling menjaga dari perilaku yang dapat mendatangkan murka Allah, suami istri mampu menciptakan rumah tangga yang penuh ketenangan dan keberkahan. 


“Semoga setiap pasangan mampu mengamalkan nilai-nilai keislama, rumahku surgaku, sehingga rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah bisa haji dan umrah dengan mudah,” pungkasnya.







 


EDUAILA.COM - Kurikulum MI lebih terfokus pada penguatan pendidikan agama Islam melalui mata pelajaran khusus seperti Al-Qur'an, Hadis, Fiqih, dan Akhlak, serta integrasi nilai-nilai religius ke dalam mata pelajaran umum. 

Sementara itu, kurikulum SD menempatkan pendidikan agama Islam sebagai bagian dari mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, yang porsinya lebih terbatas dibanding MI. 

Namun, SD lebih unggul dalam penerapan pendekatan tematik yang menghubungkan nilai-nilai moral dengan konteks kehidupan sehari-hari.



Madrasah Ibtidaiyah memiliki ciri khas sebagai lembaga pendidikan berbasis Islam yang mengintegrasikan ilmu agama dengan ilmu umum. 

Kurikulumnya dirancang untuk menanamkan nilai-nilai keislaman secara mendalam melalui mata pelajaran seperti Al-Qur'an, Hadis, Fiqih, dan Akhlak (Hasbullah, 2015). 

Sementara itu, Sekolah Dasar sebagai bagian dari sistem pendidikan umum di Indonesia juga memasukkan pendidikan agama dalam kurikulumnya, namun dengan porsi yang lebih terbatas dan disesuaikan dengan kerangka pendidikan nasional yang bersifat inklusif (Kemendikbud, 2013).

Perbedaan mendasar antara kurikulum MI dan SD terletak pada prioritas dan kedalaman pembelajaran nilai-nilai religius. 

MI memiliki struktur kurikulum yang secara khusus menyediakan waktu lebih banyak untuk pendidikan agama, sementara SD lebih menekankan pendidikan umum dengan tambahan pelajaran agama sebagai pendukung (Hidayat & Suherman, 2020). 

Namun, kedua kurikulum sama-sama berupaya mencetak generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan berdaya saing.


 


 

Oleh Ust. Rachmat Agung Cahyo, S.E.

Juru Kisah Nasional

 

Manusia mulia kekasih Allah SWT pun tak pernah luput dari ujian. Bahkan, cobaan yang datang padanya mungkin lebih besar daripada apa yang kita alami saat ini. Hal itu bukan tanpa maksud: sebagai bukti keimanan sekaligus teladan bagi seluruh umat, agar darinya kita belajar bersabar dalam menghadapi setiap ujian hidup.

 

Deretan Ujian Rasulullah

 

Perjalanan hidup Rasulullah SAW tak lepas dari kesedihan karena kehilangan, bahkan sebelum Beliau lahir, saat sekitar enam bulan dalam kandungan, Ayahnya telah mendahului pergi, Wafat. Kemudian ketika berusia enam tahun, di tengah perjalanan pulang dari ziarah makam Ayah di Madinah, sekitar 35 kilo meter perjalanan, baru sampai di kota Abwa' Ibunda Aminah sakit kemudian wafat.


Selanjutnya, Beliau diasuh oleh Kakek Abdul Muthalib, dua tahun kemudian, jatah usia sang kakek yang menyayanginya sudah habis, Abdul Muthalib wafat, meninggalkan Rasulullah diwaktu masih kecil usia 8 tahun. Barulah kemudian, Pamannya, Abu Thalib yang penuh cinta menjaga dan melindungi Beliau dengan segenap hati.

 

Pada tahun kesepuluh kenabian (sekitar tahun 619 Masehi), Rasulullah kehilangan dua orang yang menjadi benteng perlindungan-Nya: Abu Thalib dan istri tercinta, Khadijah binti Khuwailid RA. Kepergian kedua orang terkasih itu membuat orang-orang kafir semakin berani mengganggu Beliau, bahkan menertawakan kesedihan yang dialami oleh kekasih Allah.

 

Allah Hibur Rasulullah 

 

Di tengah kesusahan yang mendalam itu pada tahun ke dua belas setelah kenabian (sekitar tahun 622 M) Allah SWT tidak tinggal diam. Pada suatu malam di bulan Rajab, Beliau mengutus malaikat Jibril AS untuk membawa Rasulullah dalam perjalanan luar biasa – Isra' dan Mi'raj.

 

Dengan kendaraan yang kecepatannya seperti kilat bernama Buraq, Rasulullah dibawa dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Yerusalem. Dari sana, Beliau naik meninggalkan bumi, melintasi tujuh lapis langit hingga mencapai Sidratul Muntaha, menghadap Sang Pencipta.

 

Allah SWT berfirman: "Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (QS. Al-Isra' [17]: 1)

 

Hikmah


Di dunia ini, tak ada yang kekal selain Allah SWT. Orang-orang yang kita cintai, dan mereka yang mencintai kita, pasti akan pergi meninggalkan kita – atau bahkan kita yang mendahului mereka. Namun, satu hal yang pasti: Allah tidak akan pernah meninggalkan kita, selama kita tetap menyadari keberadaan-Nya dan terus mendekatkan diri pada-Nya.

 

Setelah peristiwa Isra' dan Mi'raj yang terjadi pada tanggal 27 Rajab, Rasulullah menjadi lebih mantap dan teguh. "Oleh-oleh" berharga dari perjalanan semalam itu adalah wahyu perintah sholat lima waktu dalam sehari semalam. Sholat bukan sekadar kewajiban, melainkan kesempatan emas untuk menghadap Allah, merasakan kehadiran-Nya yang selalu menyertai kita.

 

Mari kita berusaha menikmati setiap saat menghadap-Nya dalam sholat, dengan menyadari bahwa kita tidak pernah sendirian – Allah SWT selalu bersama kita.

 


eduaila.com - Tes Kemampuan Akademik (TKA) dilatarbelakangi oleh kebutuhan adanya pelaporan capaian akademik individu murid dari penilaian yang terstandar. Mulai tahun 2025, ada tes baru bernama Tes Kemampuan Akademik atau TKA.Tes ini resmi menggantikan Ujian Nasional yang sudah lama tidak dipakai.


Dikutip dari laman media sosial YouTube milik "Kemdikdasmen" Tujuan TKA adalah mengukur kemampuan belajar siswa secara merata di seluruh Indonesia. Prinsip pelaksanaannya tetap menekankan kejujuran, keterbukaan, dan hasil yang bisa dipertanggungjawabkan.



 


EDUAILA.COM - Pimpinan Cabang Muhammadiyah Banjarsari mengadakan pengajian hari ber Muhammadiyah bertempat di pendopo SMA Muhammadiyah 3 Jl S. Parman nomor 9 Kestalan, Banjarsari, Ahad, 21 Desember 2025 jam 6.00 - selesai. Acara hari ber Muhammadiyah ini menghadirkan Ustadz Drs. KH. Anwar Sholeh, M. Hum ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah kota Surakarta.


Pengajian ini di hadiri oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah, Pimpinan Aisyiyah Banjarsari, kepala-kepala sekolah Muhammadiyah, guru-guru Sekolah Muhammadiyah. 


Pengajian pada pagi hari ini di awali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al Quran oleh ust Baruno dari SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta. 


Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Banjarsari, Dr. Rusmanto, S.Pd.I, Gr, M.Pd.I dalam sambutannya menegaskan bahwa SMA Muhammadiyah 3 dulu berada di Jebres dan sekarang pindah di daerah Kestalan. 


Ngurusi Muhammadiyah itu penuh dengan keberkahan. 


Pengajian hari ini adalah hari ber Muhammadiyah dan penyerahan SK desa sehat mandiri Aisyiyah PCA Banjarsari kepada PRA Ketelan. 


Kita harus bangga menjadi warga Muhammadiyah. Muhammadiyah itu sangat peduli kepada warganya. 


Berita terbaru bahwa Muhammadiyah mengurusi janda, memiliki makam muslim husnul khatimah. 


Muhammadiyah memiliki kekayaan 460 T. 


Pengajian  inti hari ber Muhammadiyah oleh KH. Anwar Sholeh, M.Hum ketua PDM Surakarta. 


Ada RS PKU Muhammadiyah, ada SD Muhammadiyah 1 Ketelan, ada SMA Muhammadiyah 1, ada SMA Muhammadiyah 3, SMA Muhammadiyah 6.

Pengajian gak usah suwe-suwe sing penting cethane piye. 

Muhammadiyah itu gerakan wasathiyah. 

Didalam gerakan wasathiyah itu ada istilah dinamis dan kreatif. 

Pimpinan Muhammadiyah itu harus dinamis dan kreatif. 

Saya optimis dengan semangatnya ibu-ibu. Bapak-bapak itu harus lebih semangat lagi.

Dengan datang di pengajian ini bisa mendekatkan hati kita. 

Berhubungan baik di dunia itu akan berdampak di akherat. 

Paseduluran dunya tekan akherat. 

Bergaul bareng-bareng itu sangat penting. 

Bahwa gerakan Muhammadiyah itu sebuah gerakan yang menghambakan kepada Allah SWT. 

Kalau rezeki seret bacalah istighfar. 


Kalau dapat rezeki bacalah alhamdulillah. 


Kalau akan memulai aktivitas bacalah bismillah. 


Zaman sekarang antara susah dan seneng itu banyak susahnya. 


Semua diri kita ini dikembalikan kepada Allah SWT. 


Ikhlas itu angel. 


Ibu-ibu itu kalau merawat rumah itu isinya ganjaran semuanya. 


Mengasihi sayangi anak itu juga ada ganjarannya. 


Gojekan karo bojone itu ibadah. 



Pengajian hari ber Muhammadiyah pada pagi hari ini di tutup dengan doa.



 


EDUAILA.COM -  Pelatihan Guru MIPA Bilingual yang dilaksanakan oleh Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah yang berlangsung di Hotel Aveon selama empat hari mulai dari tanggal 17 -20 Desember 2025 saya bertemu dengan guru dari berbagai daerah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas guru Muhammadiyah dalam menerapkan pembelajaran bilingual di kelas.


Sebelum kegiatan dimulai, saya sebagai pengajar MIPA mempunyai tantangan untuk menyampaikan konsep sains yang kompleks dalam bahasa Inggris terasa cukup berat, bagaimana mengomunikasikan keagungan ilmu ini dalam bahasa internasional (Inggris) tanpa kehilangan ruh keislamannya. Kemampuan bahasa teknis (classroom language) yang masih sangat minim apalagi memahami materi serta bagaimana memastikan siswa tetap memahami materi inti tanpa terkendala hambatan bahasa.


Kegiatan ini dimulai pada tanggal 17 Desember 2025, pada acara pembukaan disampaikan motivasi oleh Bp Sutomo, M.Pd selaku ketua Panitia dari kegiatan ini. Selanjutnya disampaikan keynote speaker oleh Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PP yaitu Bp H. Didik Suhardi, Ph.D beberapa motivasi dan tips dalam menyampaikan materi dengan menggunakan bilingual. Guru tidak perlu takut dalam menyampaikan materi MIPA dengan bilingual. Guru Muhammadiyah harus percaya diri.


Selanjutnya Sesi Inspirasi yang disampaikan oleh Bp. Gogot Suharwoto,S.Pd.,M.Pd., Ph.D. tentang Bridging Logic and Language: Effective Strategies for Bilingual. Logic meliputi concept, reasoning, patterns, cause-effect, sedangkan Language meliputi vocabulary, sentence structure, terminology dan explanation. Jembatan antara logic dan language diawali dengan konsep.


Pada hari kedua kelas sudah dipisahkan, saya berada di kelas A yang semua merupakan guru Matematika yang berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Fasilitator di kelas A Adalah Bp. Rizki (Dosen UHAMKA) dan Ibu Vita (guru SD Muhammadiyah Manyar Gresik). Materi yang saya dapatkan berupa trik dan tips dalam menyampaikan materi Matematika. Saya mendapatkan motivasi dari Selama kegiatan berlangsung, perasaan saya berubah menjadi terinspirasi dan tertantang secara positif.


Saya mempelajari metode Content and Language Integrated Learning (CLIL) yang sangat aplikatif. Diskusi dengan sesama rekan guru membuka mata saya bahwa tantangan dapat dihadapi  dengan kolaborasi antar guru Muhammadiyah. Praktik mengajar (peer teaching) dan umpan balik langsung membantu saya menggunakan bahasa Inggris di kelas. Penyampaian bilingual di kelas perlu ditekankan dalam hal perintah, sapaan maupun dalam menyampaikan asesmen. Namun jika dalam menuyampaikan konsep bisa menggunakan Bahasa Indonesia. Begitu tips yang disampaikan oleh fasilitator.


Setelah mengikuti pelatihan saya merasa optimis dan siap beraksi. Langkah konkret yang akan saya lakukan (RTL) antara lain :  mencoba untuk menyusun perangkat pembelajaran (RPP/Modul Ajar) yang mengintegrasikan istilah-istilah MIPA dalam bahasa Inggris secara sistematis, mencoba membuat lesson design dan desain thinking dalam memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan peserta didik dan kegiatan pembelajaran. Menerapkan strategi scaffolding untuk membantu siswa memahami istilah teknis. Berbagi ilmu dengan rekan sejawat di sekolah asal agar iklim bilingual dapat tumbuh lebih luas di lingkungan sekolah.


Saya sampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini yaitu Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah atas visi dan komitmennya dalam meningkatkan kualitas guru melalui program ini. Dukungan ini sangat berarti bagi peningkatan daya saing sekolah-sekolah Muhammadiyah di kancah internasional.


Saya sampaikan kepada fasilitator yaitu Bp Rizki dan Ibu Vita terima kasih atas kesabaran, bimbingan, dan ilmu yang telah dibagikan. Materi yang disampaikan sangat relevan dan membuka cakrawala baru bagi kami dalam mengelola kelas bilingual secara efektif. Materi bisa saya terapkan dan menambah percaya diri dalam menyampaikan di kelas. Refleksi dalam peer teaching juga bisa diterapkan untuk memperbaiki dalam menyampaikan materi di kelas. Saya juga mendapatkan sumber-sumber bacaan yang mendukung.


Saya sampaikan terima kasih atas kerja keras, dedikasi, dan pelayanan yang luar biasa selama pelatihan. Pengelolaan kegiatan yang rapi dan responsif membuat kami dapat fokus menyerap materi dengan nyaman. Panitia juga menyediakan obat-obatan untuk teman-teman yang kurang enak badan pada saat mengikuti pelatihan.

 


eduaila.com - Dwi Jatmiko menghadiri agenda Live Talkshow bertajuk “Membangun Kerjasama Urban dan Peri-Urban untuk Suplai Pangan Sehat di Sekolah” yang diselenggarakan oleh Program Kota Cerdas Pangan, Kamis (18/12/2025).


Kegiatan ini berlangsung di Ruang Anggrek Hotel Dana, Jalan Slamet Riyadi No. 286, Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB. Talkshow tersebut digelar sebagai upaya mendorong terwujudnya sistem pangan sekolah yang sehat, aman, terjangkau, dan berkelanjutan.


Dalam agenda tersebut, para pemangku kepentingan membahas pengembangan model aliran pangan sehat yang memperpendek rantai pasok dengan menghubungkan produsen lokal dan sekolah. Pendekatan ini juga didukung praktik produksi berkelanjutan, termasuk konsep regenerative agriculture.


Talkshow menghadirkan berbagai unsur strategis, mulai dari perwakilan pemerintah daerah, seperti Bappeda dan dinas terkait, akademisi, koperasi petani, kelompok tani, sekolah, hingga media massa. Kehadiran Dwi Jatmiko dinilai memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung program pangan sehat bagi anak sekolah.


Direktur Program Kota Cerdas Pangan, Titik Eka Sasanti, menyampaikan bahwa kolaborasi antara wilayah urban dan peri-urban menjadi kunci untuk memastikan keberlanjutan suplai pangan sehat, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal.


Melalui forum ini, diharapkan terbangun komitmen bersama untuk mewujudkan ekosistem pangan sekolah yang lebih adil, berkelanjutan, dan berdampak langsung pada kualitas gizi peserta didik di wilayah Surakarta dan sekitarnya.




Karanganyar- Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Karanganyar (KRA) menggelar hajatan akbar Musyawarah Daerah di Pondok Pesantren Menara Qur'an (MQ) pada hari Kamis (11 Desember 2025).


Acara sebagai ajang aktualisasi para kader Hidayatullah ini diselenggarakan dengan penuh khidmah dan keakraban. Musyawarah kali ini mengambil tema " Sinergi Anak Bangsa Menyongsong Indonesia Emas 2045".


Utsaimin selaku ketua DPD Hidayatullah KRA periode 2020-2025 mengajak semua kader untuk siap menggemban amanah dengan baik. "Kita semua tidak pernah meminta amanah, tapi jika diberi amanah jalankan dengan sebaik-baiknya," tegasnya.


Luar biasa, 80 kader Hidayatullah KRA ikut meramikan kegiatan ini. Ustadz Fathurahman yang meminpin do'a dalam acara meriah ini membawakannya dengan sejuk dan sangat menyentuh. "Allahumma yassir umuronaa( Yaa Allah mudahkanlah urusan kami) ,"  ucapnya.


Musyda ini selain penyampaian LPJ (Laporan Pertanggungjawaban) dari pengurus DPD yang periode 2020-2025 juga menjadi momentum untuk penunjukan pengurus yang baru periode 2025-2030.


Nur Islam yang akrab dipanggil Nuris sebagai utusan dari Dewan Pengurus Wilayah (DPW) DIY-Jateng Bagian Selatan dalam sambutannya memberikan motivasi kepemimpinan agar para kader semakin maju dan unggul. Dalam sambutannya untuk mencairkan suasana sesekali Nuris membawakan pantun, Hari Ahad jalan-jalan  ke pasar

Ke pasar membeli susu dan roti

Semangat wahai kader- kader karanganyar

Sungguh kalian adalah para pejuang sejati


Musyawarah untuk melejitkan potensi para kader ini, membawa arus untuk memunculkan kader-kader muda agar lebih banyak berkiprah melalui wadah organisasi. 


Pembina Yayasan MQ Sunoto Achmad selain mengucapkan selamat dalam kegiatan ini juga mendorong agar kader-kader muda Hidayatullah untuk meng-upgrade skill agar layak diterjunkan bukan hanya di KRA tapi juga ke seluruh dunia,"Akhi Mir ahmad ini setelah nikah tugas ke luar negeri, karena dia juga pernah dakwah di Timor-Timor," tegasnya.


Akhir dari kegiatan Musyda ini menetapkan Ustad. Utsaimin sebagai Ketua DPD Hidayatullah KRA untuk periode yang baru. Kepengurusan baru ini juga disokong oleh 4 kader baru yang menggebu-nggebu. Ustadz. Sayyid Alumni Mesir, ustadz. Badi seorang kontraktor, ustadz. Husain seorang olahragawan dan ustadz Muhtar seorang pakar sejarah. Selamat mengemban amanah dengan baik, semoga dimudahkan oleh Allah.


Nuris

 


eduaila.com - Bencana alam sering datang tanpa peringatan, menyisakan luka mendalam, kehilangan, dan trauma bagi para korbannya. 


Dalam kondisi seperti ini, konseling Islami memiliki peran penting sebagai upaya pemulihan yang tidak hanya menyentuh aspek psikologis, tetapi juga spiritual. 


Pendekatan ini memadukan nilai-nilai keimanan, kesabaran, serta penguatan hubungan hamba dengan Allah sebagai sumber kekuatan terbesar.


Dalam konseling Islami, konselor tidak sekadar memberikan dukungan emosional, tetapi juga mengingatkan korban bahwa cobaan merupakan bagian dari sunnatullah. 


Al-Qur’an menegaskan, “Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan” (QS. Al-Insyirah: 6). Ayat ini menjadi pegangan bahwa ujian tidak datang tanpa hikmah dan selalu ada jalan keluar yang Allah sediakan. 


Dengan pemahaman ini, korban bencana diajak untuk menata kembali harapan dan membangun optimisme.


Metode konseling Islami juga menekankan pentingnya tawakkal, yaitu berserah diri sepenuhnya kepada Allah setelah berusaha. 


Dalam situasi pascabencana, sikap ini membantu korban meredakan kecemasan, menerima keadaan, dan fokus pada langkah-langkah untuk bangkit. 


Konselor biasanya mengajak korban berdzikir, membaca doa-doa penguat, serta merenungkan kembali nilai sabar sebagai bentuk ketaatan yang mendatangkan pahala besar.


Selain itu, konseling Islami mengedepankan pendekatan empati dan kasih sayang. Rasulullah SAW bersabda, “Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi adalah seperti satu tubuh” (HR. Bukhari dan Muslim). 


Hadis ini menjadi landasan bahwa konselor harus hadir sebagai pribadi yang menenangkan, menghargai perasaan korban, dan memberikan ruang bagi mereka untuk bercerita tanpa merasa dihakimi.


Tidak kalah penting, konseling Islami membantu korban membangun kembali makna hidup. Korban diajak menyadari bahwa setiap ujian membuka peluang untuk menjadi lebih kuat, bersyukur atas nikmat yang tersisa, dan memperbaiki hubungan sosial. 


Dengan perpaduan antara pendekatan psikologis dan spiritual, konseling Islami menjadi sarana efektif untuk membantu korban bencana bangkit dari trauma dan menjalani hidup dengan semangat baru serta penuh harapan.



 


eduaila.com - Kebahagiaan menurut Al-Qur’an bukan sekadar kesenangan sesaat atau keberlimpahan materi, tetapi keadaan jiwa yang tenang, mantap, serta penuh makna. 


Tafsir ayat-ayat tentang bahagia menunjukkan bahwa kebahagiaan sejati adalah hasil dari keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat. Dua landasan kuat yang menjelaskan konsep ini adalah QS. Al-Mu’minun (23:1–11) dan QS. Ar-Ra’d (13:28).


Dalam QS. Al-Mu’minun, Allah menyebutkan ciri-ciri orang beriman yang berbahagia, yakni mereka yang khusyuk dalam salat, menjauhkan diri dari perbuatan yang tidak berguna, menunaikan zakat, menjaga amanah dan janji, serta memelihara kesucian diri


Ayat-ayat ini menegaskan bahwa kebahagiaan bukanlah sesuatu yang instan, tetapi buah dari ketaatan yang konsisten. 


Mukmin sejati adalah pribadi yang disiplin dalam ibadah, bersih dalam tindakan, dan bertanggung jawab dalam setiap amanah yang diemban. Mereka memperoleh kebahagiaan karena hidupnya selaras dengan nilai-nilai Ilahi.


Sementara itu, QS. Ar-Ra’d (13:28) menegaskan bahwa ketenangan hati hanya akan diperoleh melalui dzikrullah, yakni kesadaran dan ingatan yang terus-menerus kepada Allah. 


“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” Ayat ini menegaskan bahwa kebahagiaan tidak bisa dicapai dengan kesibukan dunia semata. 


Hati manusia memiliki ruang jiwa yang hanya bisa dipenuhi oleh kedekatan spiritual kepada Sang Pencipta. Ketika seseorang memperbanyak dzikir, salat, doa, dan syukur, maka kegelisahan hidup akan mereda, digantikan keteduhan dan optimisme.


Dengan demikian, kebahagiaan hakiki dalam perspektif Al-Qur’an adalah perpaduan antara keimanan yang kuat, ketaatan yang nyata, menjauhi maksiat, serta rasa syukur atas nikmat Allah.


Kebahagiaan bukan tujuan akhir, melainkan hasil dari perjalanan hidup yang lurus dan penuh kesadaran kepada Allah. Inilah kebahagiaan yang tidak lekang oleh ujian dunia dan terjaga hingga kehidupan akhirat.

 



EDUAILA.COM - Siraman Rohani Islam RRI Surakarta kembali hadir menghangatkan pagi para pendengar setia melalui tema “Ayat-ayat Bahagia” bagian 5. Dalam episode ini, Ustadz Dwi Jatmiko menghadirkan renungan lembut tentang bagaimana Al-Qur’an menjadi sumber keteduhan hati di tengah hidup yang semakin padat dan melelahkan.


Setiap manusia tentu merindukan kebahagiaan. Namun sering kali kebahagiaan dicari di luar diri: di balik pencapaian, materi, atau pujian manusia. Padahal, kebahagiaan yang sejati telah Allah hadiahkan melalui ayat-ayat-Nya. Ayat-ayat itu membawa ketenangan, harapan, dan rasa cukup—meskipun seseorang sedang berada dalam kesulitan.


Salah satu ayat yang diangkat adalah firman Allah, “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d: 28). Ayat ini menjadi pengingat bahwa ketenangan tidak datang dari keadaan yang serba mudah, tetapi dari hati yang selalu dekat kepada Allah. Ketika hati terhubung dengan-Nya, kegelisahan perlahan luruh, dan hidup terasa lebih ringan dijalani.


Ustadz Dwi Jatmiko juga menegaskan janji Allah dalam QS. Al-Insyirah: 6, “Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” Ayat ini menjadi pelipur lara bagi siapa pun yang sedang menghadapi ujian. Setiap kesulitan pasti ditemani kemudahan. Bukan menunggu datang, tetapi hadir bersamaan sebagai bentuk kasih sayang Allah.


Dalam siraman rohani ini, pendengar diajak memandang hidup dengan mata hati. Bahwa kebahagiaan bukan sekadar tersenyum ketika keadaan baik, tetapi kemampuan merasakan kebaikan Allah dalam setiap keadaan. Ayat-ayat bahagia mengajarkan syukur, ketenangan, dan harapan—tiga pilar penting untuk menjaga kejernihan jiwa.


Semoga melalui kajian singkat ini, setiap hati yang mendengar dapat kembali menemukan sinar bahagia dari firman-Nya. Aamiin.

 


EDUAILA.COM - Fenomena kecanduan siswa terhadap gawai, gim online, dan media sosial kini menjadi masalah serius dalam dunia pendidikan. Hal ini disampaikan Dwi Jatmiko, dosen sekaligus praktisi dakwah dan konseling, dalam Kuliah Perdana Program Studi Bimbingan Konseling Islam AILA, Selasa (25/11/2025).


Menurutnya, kecanduan digital tidak hanya berdampak pada penurunan prestasi belajar, tetapi juga melemahkan empati, mengganggu kesehatan mental, bahkan menurunkan kesadaran spiritual siswa. “Anak-anak hari ini tidak hanya kecanduan game dan media sosial, tetapi juga kecanduan validasi, mencari pengakuan melalui likes, komentar, dan popularitas maya,” ujar Dwi Jatmiko dalam paparannya.


Ia menegaskan, konselor pendidikan tidak cukup hanya berperan sebagai pemberi nasihat, tetapi harus menjadi pendamping yang memahami aspek psikologis, sosial, spiritual, dan digital. 


“Guru BK hari ini harus menjadi detektor dini, fasilitator perubahan perilaku, sekaligus jembatan antara sekolah dan keluarga,” tambahnya.


Jatmiko juga menyoroti perubahan perilaku siswa yang cenderung menarik diri dari interaksi sosial, mudah cemas, cepat marah, hingga kehilangan semangat belajar. Ironisnya, banyak siswa yang tampak aktif di dunia maya tetapi pasif di dunia nyata, bahkan menjauh dari aktivitas ibadah dan pengembangan karakter.


Dalam kuliah perdana yang dihadiri mahasiswa, Dia menekankan pentingnya literasi digital dan pendekatan spiritual dalam sesi konseling. 


“BK modern bukan sekadar memadamkan masalah, tetapi membangun ketahanan karakter generasi muda,” ujarnya.


Ia menutup dengan pesan penuh makna, “Anak tidak hanya butuh ilmu yang tinggi, tetapi juga hati yang sehat. Pendidikan sejati adalah yang menyentuh akal, membina moral, dan menghidupkan jiwa.”


Kuliah perdana ini menjadi refleksi bagi para calon konselor bahwa tantangan modern membutuhkan pendekatan baru, lebih empatik, humanis, dan berbasis nilai spiritual.




 

Surakarta, Idola 92.6 FM-Selain cakap di bidang kehumasan, sosok satu ini dikenal juga sebagai pendidik dengan mengampu mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab.


Sosok guru inspiratif itu adalah Dwi Jatmiko, pendidik dan Koordinator Kehumasan SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta sekaligus Branding Dai Champions Standardisasi MUI Pusat.


Menurut Jatmiko, Indonesia adalalah NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia,red) bukan negara agama, tapi negara Pancasila.

“Ada 6 agama yang harus kita hormati, saling kenal mengenal, sebagai bahasa mudahnya, bahwa kita itu harus menjadi bagian solusi,”tutur Jatmiko yang juga sebagai penceramah bersertifikat MUI kepada radio Idola Semarang, pagi (24/11/2025) tadi.


Pada momentum Hari Pahlawan Tahun 2025, Jatmiko menerima penghargaan atas partisipasinya dalam ajang “Karnaval Komunitas Wayang” yang menjadi bagian dari Pekan dan Gamelan yang diselenggarakan Kementerian Kebudayaan RI.

Jatmiko menyampaikan meskipun SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta berbasis Islam, tapi tidak alergi terhadap gamelan, wayang. “SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, basis Islam tapi tidak alergi gamelan, wayang, kita langsung terlibat. Muhammadiyah tidak anti wayang. Kita punya wayang, dalang kecil, dalang dewasa,”tambah Jatmiko.


Sebelumnya, Jatmiko juga menerima tiga sertifikat pelatihan digital dari program Digital Talent Scholarship 2025 yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Menurut Jatmiko, di era saat ini, pentingnya guru dan tenaga kependidikan untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman karena sekolah tidak akan maju jika masih terjebak pada sikap konservatif. Perubahan berkemajuan menurutnya harus dimulai dari guru dari kelas tanpa menunggu perintah dan tanpa mementingkan diri sendiri.


Selengkapnya, berikut ini wawancara radio Idola Semarang bersama Dwi Jatmiko, pendidik dan Koordinator Kehumasan SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta. (yes/her)




 


EDUAILA.COM - Bahagia adalah kata sederhana yang sering disebut, namun sulit didefinisikan. Ada yang mencari bahagia lewat harta, kekuasaan, bahkan pujian manusia, namun pada akhirnya tetap merasa kosong. 


Al-Qur’an hadir membawa panduan kebahagiaan sejati. Kebahagiaan yang bukan hanya dirasakan, tetapi menghidupi dan menguatkan jiwa.


Dalam program Siraman Rohani Islam RRI Surakarta dengan tema “Ayat-Ayat Bahagia” bagian 4, akan dibahas ayat-ayat Allah yang mengajarkan bahwa kebahagiaan bukanlah tujuan hidup, tapi buah dari kedekatan dengan Sang Pencipta. 


Allah berfirman dalam QS. Ar-Ra’d: 28, “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” Kebahagiaan yang sejati tidak bergantung pada keadaan, tetapi pada keteguhan iman dan ketenangan hati.


Bahagia bukan berarti hidup tanpa masalah, tetapi mampu melihat setiap persoalan sebagai cara Allah meninggikan derajat kita. Kebahagiaan bukan semata tertawa, tetapi ketika hati merasa lapang walau hidup dalam keterbatasan. 


Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sungguh mengagumkan urusan orang mukmin, karena seluruh urusannya adalah kebaikan.” Artinya, bahagia adalah menerima, bersyukur, dan tetap yakin pada janji Allah.


Dalam sesi ini, narasumber akan mengajak pendengar untuk memahami ayat-ayat Allah yang mampu menjadi “obat hati”, penjernih pikiran, dan penuntun langkah menuju hidup yang lebih bermakna. Bukan bahagia yang hanya dipoles dari luar, tetapi bahagia yang tumbuh dari dalam.


Mari membuka hati, menyimak dengan nurani, dan mengamalkan dengan keyakinan.

Acara akan disiarkan pada:
🗓 Senin, 1 Desember 2025
🕔 05.15 WIB
📻 RRI PRO 1 Surakarta

Semoga kita semua menjadi hamba yang bahagia dan membahagiakan.

 



EDUAILA.COM - Pada Semester Ganjil Termin 2 Tahun Akademik 2025/2026, Aslam Islamic Learning Academy (AILA) menghadirkan sosok pendidik inspiratif, Dwi Jatmiko, S.Pd.I., M.Pd., Gr., CPS., sebagai pengampu mata kuliah Konseling Pendidikan Islam untuk Kelas Tarbiyah 2024.

Perkuliahan dijadwalkan setiap hari Selasa, dan dilaksanakan secara online melalui Zoom Meeting, dengan penyesuaian zona waktu WIB, WITA, dan WIT.


Melalui latar belakang akademik dan pengalaman profesionalnya di bidang pendidikan, beliau diharapkan mampu memberikan pembelajaran yang tidak hanya teoritis, tetapi juga aplikatif dan relevan dengan kebutuhan pendidikan Islam kontemporer. 


Perkuliahan ini akan menekankan penguatan nilai keislaman dalam praktik konseling, strategi pendampingan peserta didik, serta pembentukan karakter dan akhlak.


Konseling Pendidikan Islam menjadi salah satu mata kuliah penting dalam mencetak calon pendidik dan konselor muslim yang berkompeten, berakhlak, dan memahami tugas pendampingan secara holistik.


Dosen yang dikenal aktif dalam pengembangan pendidikan berbasis nilai, ini juga kerap menginspirasi melalui pendekatan humanis, komunikatif, dan solutif dalam membimbing mahasiswa.


Dengan pengalaman dan kepakarannya, kehadiran beliau diharapkan mampu memberi warna baru dalam proses pembelajaran di AILA serta mendorong mahasiswa untuk memahami hakikat konseling sebagai bagian penting dari pendidikan Islam yang menyentuh hati, akal, dan karakter.


📅 Hari Kuliah: Selasa
💻 Media: Zoom Meeting
🕰️ Waktu:
▫️ WIB: 19.30 – 21.00
▫️ WITA: 20.30 – 22.00
▫️ WIT: 21.30 – 23.00

AILA terus berkomitmen menghadirkan tenaga pendidik profesional demi mencetak pendidik dan konselor Islam yang unggul, berakhlak, dan berdaya saing.

 


EDUAILA.COM - Hari esok adalah ruang misteri yang tidak ada satu manusia pun mampu mengetahuinya secara pasti. 


Hanya Allah yang Maha Mengetahui segala sesuatu yang akan terjadi. Namun, bukan berarti manusia hanya duduk diam, pasrah tanpa ikhtiar. 


Dalam ajaran Islam, kita diajarkan untuk selalu berencana, berpikir ke depan, dan melakukan antisipasi. Sebab, menurut sunnatullah, setiap kejadian di dunia ini tidak hadir secara acak atau kebetulan, melainkan memiliki pola, pesan, dan pelajaran.

 

Apabila kita mampu membaca dan mengenali pola dari suatu peristiwa, maka kita juga dapat memperkirakan kemungkinan yang akan terjadi di masa mendatang. Inilah yang disebut Management By Anticipation, yaitu manajemen berbasis antisipasi, bukan Management By Accident yang hanya bereaksi ketika sesuatu sudah terjadi. Rasulullah SAW pernah mengingatkan, 


“Janganlah kalian masuk ke lubang yang sama untuk kedua kalinya.” Hadis ini menegaskan bahwa pengalaman adalah sumber pembelajaran, dan manusia seharusnya cerdas membaca pola peristiwa agar tidak mengulangi kesalahan.


Konsep membaca pola ini menuntut ketajaman intuisi dan kejernihan hati. Allah sering mengirimkan tanda-tanda melalui kejadian sehari-hari, hanya saja kita sering tidak menyadarinya. Semakin jernih hati seseorang, semakin mudah ia menangkap pesan di balik kejadian hidup. 


Maka, membangun hubungan spiritual dengan Tuhan menjadi kunci dalam mengenali arah hidup.

 

Dengan membaca pola, kita dapat merancang masa depan yang lebih baik, penuh kesiapan, bukan kepanikan. 


Berani menatap hari esok berarti berani merencanakan, memprediksi, dan berikhtiar, sambil tetap bersandar pada kekuasaan Allah. Ikhtiar tanpa tawakal adalah kesombongan, tetapi tawakal tanpa ikhtiar adalah kelalaian.

Hari esok bukan untuk ditakuti, tapi untuk dipersiapkan. Karena Allah telah memberi kita akal untuk berpikir, hati untuk merasa, dan pengalaman sebagai guru terbaik dalam hidup

 



EDUAILA.COM - Setiap manusia pada fitrahnya mendambakan kebahagiaan. Namun tidak semua kebahagiaan memiliki kualitas yang sama. 


Ada bahagia yang semu, hadir sebentar lalu hilang, dan ada pula bahagia yang abadi, yang tertanam dalam hati dan tidak mudah goyah oleh keadaan. 


Al-Qur’an dan hadits memberikan panduan lengkap tentang bagaimana seorang hamba dapat meraih kebahagiaan hakiki ini.


1. Bahagia adalah Buah dari Kedekatan dengan Allah


Allah berfirman:


"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang."

(QS. Ar-Ra’d: 28)


Ketenangan hati adalah fondasi dari segala bentuk kebahagiaan. Ketika hati penuh dzikrullah, maka kegelisahan pun surut. Ini menunjukkan bahwa bahagia bukan dari apa yang kita miliki, tetapi dari seberapa dekat hati kita kepada Allah.


Rasulullah ﷺ juga bersabda:


“Sungguh menakjubkan urusan orang beriman, semua urusannya adalah baik….”

(HR. Muslim)


Iman membuat seorang hamba mampu memandang hidup dengan sudut pandang yang positif. Bahkan musibah pun bisa menjadi sumber pahala dan kedekatan kepada Allah.


2. Bahagia lahir dari Syukur dan Ridha


Allah berjanji:


“Jika kalian bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepada kalian.”

(QS. Ibrahim: 7)


Syukur membuka pintu-pintu kebaikan. Orang yang bersyukur lebih mudah merasa cukup, lebih mudah melihat sisi baik kehidupan, dan lebih mudah berbagi. Itulah mengapa Imam Al-Ghazali berkata:


“Kebahagiaan itu bukan karena banyaknya harta, tetapi karena lapangnya hati.”


Syukur dan ridha menjadikan hidup ringan, sehingga berbagai persoalan tidak lagi terasa menekan diri.


3. Bahagia Datang dari Kebaikan kepada Sesama


Al-Qur’an menegaskan:


“Balasan untuk kebaikan adalah kebaikan pula.”

(QS. Ar-Rahman: 60)


Membahagiakan orang lain adalah salah satu cara tercepat untuk membahagiakan diri sendiri. Nabi ﷺ bersabda:


“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia yang lain.”

(HR. Ahmad)


Kebaikan—meski sederhana—mempunyai efek luar biasa pada hati. Wajah yang tersenyum, ucapan yang menenangkan, atau bantuan kecil kepada yang membutuhkan, semuanya kembali menjadi energi positif dalam diri pelakunya.


4. Bahagia karena Gaya Hidup Sabar


Allah menegaskan bahwa kebahagiaan sebenarnya bukan bebas dari ujian, melainkan kemampuan menghadapi ujian dengan sabar:


“Dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.”

(QS. Al-Anfal: 46)


Orang yang sabar mendapatkan pendampingan ilahi. Inilah sumber kebahagiaan yang tidak dapat diberikan dunia.


Nabi ﷺ juga bersabda:


“Tidaklah seorang hamba diberikan sesuatu yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran.”

(HR. Bukhari dan Muslim)


Sabar menjadikan seseorang tidak mudah terpancing emosi, tidak mudah putus asa, dan tetap tegak ketika badai hidup menerjang.


5. Ayat-Ayat Bahagia Mengajarkan Kita untuk Memperbaiki Hati


Hati adalah pusat rasa bahagia. Rasulullah ﷺ bersabda:


“Ketahuilah bahwa dalam tubuh ada segumpal daging; jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuh…”

(HR. Bukhari)


Ayat-ayat bahagia dalam Al-Qur’an mengajak kita untuk memperbaiki hati melalui iman, dzikir, syukur, sabar, dan kebaikan. 


Orang yang hatinya baik akan memandang hidup dengan jernih, merasakan kasih sayang Allah, dan menemukan kebahagiaan bahkan dalam hal-hal sederhana.

 


EDUAILA.COM - Dalam dunia pendidikan, guru memiliki peran yang sangat strategis sebagai figur yang membimbing, mengarahkan, sekaligus menginspirasi peserta didik. 


Kehadiran guru di dalam kelas tidak hanya sebatas penyampai materi, tetapi juga sebagai sosok yang mampu menghadirkan kemudahan, ketenangan, dan kegembiraan belajar


Konsep ini selaras dengan prinsip yassiru wa basysyiru, yakni memudahkan dan membawa berita gembira dalam setiap proses pendidikan.

 

Untuk mewujudkan suasana belajar yang positif, seorang guru perlu memiliki pribadi yang matang lahir dan batin. 


Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur’an, surat Ali Imran ayat 159, yang mengajarkan pentingnya kelembutan, empati, serta kasih sayang dalam memimpin dan membina manusia. 


Seorang guru yang mampu mengelola emosi, memiliki ketulusan hati, serta memancarkan akhlak mulia, akan lebih mudah diterima oleh peserta didik.


Selain itu, konseling pendidikan menekankan pentingnya interaksi edukatif yang kaya nilai


Interaksi ini bukan hanya komunikasi formal antara guru dan murid, tetapi relasi yang mengandung unsur perhatian, keteguhan, serta kepedulian sebagaimana nilai yang terkandung dalam QS. At-Taubah ayat 128–129. 


Dengan menghadirkan interaksi yang penuh makna, guru dapat membangun hubungan emosional yang kuat, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan menyenangkan.


Keteladanan juga menjadi bagian penting. Guru bukan hanya dituntut mengajarkan ilmu, tetapi juga menjadi sosok yang ditatazimi, ditaati, dan dirindukan oleh peserta didik. 


Prinsip ini tercermin dalam QS. Ali Imran ayat 31, yang menekankan bahwa kecintaan kepada Allah tercermin melalui ketaatan kepada figur teladan. 


Ketika guru mampu menghadirkan integritas, keikhlasan, dan keramahan, murid akan merasa nyaman dan termotivasi untuk belajar.


Melalui konseling pendidikan, guru diarahkan untuk terus mengembangkan kompetensi diri, memperbaiki pola interaksi, dan menghadirkan suasana belajar yang humanis. 


Dengan demikian, guru bukan hanya menjadi pengajar, tetapi juga pembimbing yang dihormati dan memberi warna positif dalam perjalanan hidup anak-anak. 


Pendidikan yang menggembirakan berawal dari guru yang membahagiakan.

 


EDUAILA.COM - Kepemimpinan yang kuat tidak lahir dari kenyamanan, tetapi dari keberanian menghadapi tantangan. Setiap rintangan besar selalu membawa peluang lahirnya pemimpin besar.

Sebaliknya, kemanjaan yang dibentuk oleh fasilitas berlebih justru dapat melemahkan karakter dan kemampuan seseorang dalam memimpin. 

Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat melihat tiga model manusia dalam menghadapi kesulitan. Pertama, Quitter, yaitu mereka yang memilih untuk menghindar dan lari dari tantangan. 

Kedua, Camper, yaitu orang-orang yang hanya menunggu dan melihat, tanpa berani melangkah ke depan. 

Ketiga, Climber, yakni mereka yang siap mendaki dan terus bergerak menghadapi berbagai kesulitan.

Kekuatan karakter tidak lahir secara tiba-tiba, tetapi melalui proses internalisasi nilai-nilai positif yang ditanamkan dan dipraktikkan secara berulang hingga menjadi kebiasaan. Nilai yang diulang akan membentuk sikap spontan dan autentik.

 

Namun, di era digital saat ini, banyak perilaku manusia terjebak dalam proses digitalisasi diri. Banyak kebaikan hanya tampak pada permukaan, sedangkan ruang ruhani di dalamnya justru melemah. Padahal, kekuatan yang mampu membawa perubahan besar bukanlah pesona fisik, melainkan kekuatan RUH.


Kebaikan yang berakar dari ruh melahirkan ketulusan dan energi positif yang berdampak luas. Ketika seseorang berbuat baik dari ruhani yang kuat, ia memancarkan vibrasi perubahan


Selama ini banyak orang mengenal sugesti positif melalui konsep NLP dan mekanisme alam bawah sadar. 


Namun, terdapat pendekatan yang lebih tinggi, yaitu MLP (Maha Linguistic Program), yang bekerja pada tingkat super sadar. 


Level ini menghubungkan manusia tidak hanya dengan realitas mikro dan makro, tetapi juga dengan energi mahakosmos.


Melalui vibrasi tersebut, seseorang tidak hanya mengalami perubahan perilaku, tetapi juga mendapatkan pencerahan


Pencerahan ini hadir dalam beberapa tingkatan, dan setiap orang dapat berada pada level yang berbeda. Pertanyaannya: sudahkah kita bertumbuh menjadi seorang Climber yang terus naik menuju pencerahan itu?



EDUAILA.COM - Di tengah kompleksitas kehidupan modern di era digitalisasi dan informasi, persoalan tidak akan pernah habis. Karena itu, seseorang dituntut untuk tidak hanya menjadi bagian dari masalah, tetapi hadir sebagai bagian dari solusi. 

Ungkapan “If you are not part of the problem, you are part of the solution” selaras dengan pesan Al-Qur’an tentang pentingnya menjadi pribadi yang cerdas, berkarakter, dan memberi manfaat.


Islam menegaskan bahwa manusia adalah khalifah di bumi (QS. Al-Baqarah: 30). Menjadi khalifah berarti mampu menyelesaikan persoalan, menebarkan kebaikan, dan memakmurkan kehidupan. 

Untuk menjalankan peran tersebut, seseorang harus mengembangkan lima sisi kecerdasan yang sebenarnya sudah tersirat dalam ajaran Al-Qur’an.


1. Kecerdasan Intelektual (IQ): Bekal Kompetensi untuk Memahami


Al-Qur’an repeatedly memerintahkan manusia untuk berpikir, merenung, dan menggunakan akal.

Allah berfirman:


أَفَلَا تَعْقِلُونَ

“Tidakkah kalian menggunakan akal?”

(QS. Al-Baqarah: 44)


Ayat ini menunjukkan bahwa kecerdasan intelektual adalah bagian dari ibadah. Kompetensi tidak lahir begitu saja, tetapi melalui membaca, belajar, dan melatih diri. “Leader is Reader” sejalan dengan ayat pertama yang turun:


اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ

“Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan.”

(QS. Al-‘Alaq: 1)


Pemimpin yang tidak membaca akan cepat kalah oleh masalah yang terus berkembang. Wawasan dan ilmu adalah pilar dasar kompetensi.


2. Kecerdasan Emosional (EQ): Fondasi Komunikasi dan Interaksi


Orang yang mampu mengelola emosi dan berkomunikasi dengan baik adalah sosok yang mudah diterima masyarakat. Al-Qur’an memberikan pedoman:


وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا

“Ucapkanlah yang baik kepada manusia.”

(QS. Al-Baqarah: 83)


Ayat lain menegaskan:


فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ لِنتَ لَهُمْ

“Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) menjadi lembut kepada mereka.”

(QS. Ali Imran: 159)


Kelembutan, empati, dan kemampuan menjadi pendengar adalah kecerdasan emosional yang diperintahkan Al-Qur’an. Pemimpin yang emosinya terjaga akan mudah membangun jaringan, relasi, dan pengaruh positif.


3. Kecerdasan Adversity (AQ): Ketahanan Menghadapi Ujian


Hidup tidak pernah sepi dari ujian. Orang yang beradversity tinggi adalah mereka yang mampu berdiri tegak saat badai datang. Allah berfirman:


لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي كَبَدٍ

“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam susah payah.”

(QS. Al-Balad: 4)


Kesulitan adalah bagian dari skenario Allah untuk meningkatkan kualitas hamba-Nya. Maka kemampuan menghadapi masalah merupakan kecerdasan tersendiri. Dalam ayat lain:


فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

“Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.”

(QS. Asy-Syarh: 6)


Pemimpin besar tidak lahir dari kenyamanan, melainkan dari tempaan ujian yang menguatkan karakter dan kepemimpinan.


4. Kecerdasan Spiritual (SQ): Kekuatan Karakter dan Kesadaran Ilahi


Kecerdasan tertinggi adalah spiritualitas: kemampuan menghubungkan diri kepada Allah, berbuat ikhlas, dan menjaga integritas. Al-Qur’an menggambarkan orang bertakwa sebagai:


إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

“Yang paling mulia di antara kalian adalah yang paling bertakwa.”

(QS. Al-Hujurat: 13)


Karakter yang kokoh, jujur, dan amanah lahir dari hati yang terhubung dengan Allah. Kecerdasan spiritual membuat seseorang tidak mudah tergoda oleh jabatan, harta, atau pujian.


5. Kecerdasan Motivasi (MQ): Kekuatan Menggerakkan Komunitas


Motivasi adalah energi untuk menggerakkan diri dan orang lain menuju kebaikan. Al-Qur’an memerintahkan kaum beriman untuk saling menolong:


وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى

“Tolong-menolonglah dalam kebaikan dan ketakwaan.”

(QS. Al-Ma’idah: 2)


Orang yang punya motivasi kuat akan mampu menginspirasi, memotivasi, dan membangun komunitas yang produktif. Ia bukan hanya berjalan sendiri, tetapi mengajak dan menggerakkan yang lain.


Menjadi Solusi dalam Pandangan Al-Qur’an


Al-Qur’an memuji orang-orang yang bermanfaat bagi sesama. Mereka adalah:


yang berilmu,


yang sabar,


yang komunikatif,


yang berakhlak,


dan yang menggerakkan kebaikan.


Inilah lima kecerdasan yang menjadikan manusia sebagai problem solver, bukan problem maker. Islam tidak hanya mengajarkan ibadah ritual, tetapi juga kecerdasan hidup yang komprehensif.

Previous PostPostingan Lama Beranda