Oleh : Andy Ratmanto, SH / Staf Dekanat FIK UMS, Anggota Majelis Hukum PDM Surakarta, Ketua Majelis Kader PCM Banjarsari Surakarta, Sekretaris PRM Setabelan Surakarta, Anggota Korps mubaligh Muhammadiyah PDM Surakarta, Anggota Korps mubaligh Muhammadiyah PCM Banjarsari Surakarta
Assalamu alaikum wr wb.
Rezeki adalah anugerah Allah Swt yang diberikan kepada setiap hamba Nya. Setiap manusia sudah dijamin rezekinya, namun bagaimana kita mendapatkannya adalah ujian yang membedakan antara yang taat dan yang lalai. Islam mengajarkan bahwa halal dan barokah adalah dua pilar penting dalam mencari nafkah. Tidak cukup kita memperoleh banyak, tetapi harus diperoleh dengan jalan yang diridhai Allah Swt.
Allah Swt berfirman di dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 168 : Wahai manusia, makanlah dari yang halal lagi baik yang terdapat di bumi.
Dalam kehidupan seorang muslim, mencari rezeki bukan hanya sekedar Upaya memenuhi kebutuhan duniawi, tetapi juga bagian dari ibadah yang bernilai tinggi. Islam mengajarkan bahwa rezeki yang halal dan barokah membawa ketenangan jiwa, Kesehatan hati, dan keberlimpahan yang mendekatkan seseorang kepada Allah Swt.
Halal bukan hanya tentang makanan, tetapi tentang cara memperoleh harta. Pendapatan yang diperoleh dari kejujuran, kerja keras, dan usaha yang benar akan membawa ketenangan batin. Sebaliknya, harta yang haram sekecil apapun bisa menghapus keberkahan dalam hidup, merusak keluarga, dan menggelapkan hati.
Rasulullah Saw bersabda : Setiap daging yang tumbuh dari yang haram, maka neraka lebih pantas baginya. (HR. Tirmidzi)
Ini adalah peringatan agar kita berhati-hati dalam setiap langkah mencari nafkah.
Banyak bukanlah ukuran keberkahan. Sering kita saksikan orang yang sedikit hartanya, tetapi hidupnya tenang dan keluarganya harmonis. Ada pula yang hartanya berlimpah, namun hidup tak pernah merasa cukup.
Berkah artinya :
1. Harta yang sedikit menjadi cukup
2. Hati menjadi lapang dan tenang
3. Keluarga menjadi rukun
4. Umur dipenuhi amal kebaikan
5. Harta menjadi wasilah mendekat kepada Allah Swt.
Berkah hadir Ketika rezeki diperoleh dengan cara yang halal dan digunakan di jalan yang baik.
Islam tidak mengajarkan kemalasan. Rasulullah Saw memuliakan tangan yang bekerja : Tidaklah seseorang makan makanan yang lebih baik dari hasil usahanya sendiri. (HR. Bukhari)
Karena itu, bekerja dengan tekun, disiplin, Amanah, dan penuh tanggung jawab merupakan ibadah. Bahkan, seorang ayah yang mencari nafkah halal untuk keluarganya mendapatkan pahala jihad di jalan Allah Swt.
Cara menjemput rezeki yang halal dan barokah :
1. Niatkan bekerja sebagai ibadah. Niat yang benar membuka pintu keberkahan.
2. Jujur dan Amanah dalam pekerjaan. Dua sifat yang menjadikan pedagang dan pekerja dekat dengan Rasulullah Saw.
3. Hindari riba, penipuan, suap, dan jalan licik lainnya. Harta haram, meski tampak menguntungkan justru merusak kehidupan.
4. Perbanyak istighfar dan sedekah. Keduanya adalah magnet rezeki menurut Al Quran dan hadits.
5. Tawakal setelah berusaha. Rezeki bukan semata hasil kerja keras, tetapi juga karunia Allah Swt.
Mencari rezeki halal dan barokah adalah bagian dari perjalanan spiritual seorang muslim. Ketika kita menjaga kehalalan cara memperoleh harta, Allah Swt akan menjaga hidup kita dengan keberkahan. Semoga kita termasuk hamba-hamba yang bersih hatinya, jujur pekerjaannya, dan luas rezekinya dalam Ridha Allah Swt.
Rezeki yang sedikit tetapi barokah lebih baik daripada yang banyak namun menimbulkan kegelisahan. Barokah adalah bertambahnya kebaikan, ketenangan, dan manfaat yang terus mengalir.
Tanda rezeki yang barokah :
1. Hati merasa cukup
2. Keluarga harmonis
3. Tidak memicu dosa
4. Menjadi jalan untuk beramal dan menolong sesama.
Nabi Muhammad Saw mencontohkan bahwa beliau adalah pribadi yang rajin bekerja dan tidak suka bermalas-malasan. Beliau pernah berdagang, menggembala, dan melakukan berbagai pekerjaan mulia.
Rasulullah Saw bersabda : Sebaik-baik makanan yang dimakan seseorang adalah dari hasil usahanya sendiri. (HR. Bukhari)
Ini mengajarkan bahwa kerja keras yang jujur adalah bagian dari kemuliaan seorang mukmin.
Rezeki haram tidak hanya merusak diri sendiri, tetapi juga keluarga yang mengonsumsinya. Doa seseorang bisa tertolak apabila makanannya berasal dari sesuatu yang haram.
Karenanya, seorang muslim wajib berhati-hati dalam mencari nafkah : memastikan sumbernya jelas, tidak merugikan orang lain, dan tidak melanggar syariat.
Setelah berusaha dengan cara yang benar, seorang muslim diperintahkan untuk bertawakkal. Allah Swt Maha Menjamin rezeki setiap makhluk.
Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki Mu yang halal dan jauhkan aku dari yang haram.
Ya Allah, berkahilah rezeki yang Engkau karuniakan padauk dan keluargaku.
Sedekah adalah salah satu kunci agar rezeki bertambah, bersih, dan dipenuhi keberkahan. Allah Swt menjanjikan bahwa harta yang disedekahkan tidak akan berkurang, justru dilipatgandakan.
Sedekah juga menenangkan hati, membersihkan jiwa, dan menjadikan harta yang dimiliki lebih bermakna.
Mencari rezeki yang halal dan barokah adalah perjalanan Panjang yang memerlukan kejujuran, kerja keras, ketekunan, serta kesadaran spiritual. Ketika seorang muslim menjaga makanannya, hartanya, dan pekerjaannya dari yang haram, maka Allah Swt akan membuka pintu-pintu keberkahan yang tidak pernah ia sangka-sangka.
Semoga kita semua diberi kemampuan untuk mencari rezeki dengan cara yang diridhai Allah Swt, sehingga hidup menjadi penuh ketenangan, keberlimpahan, dan manfaat.
Wassalamu alaikum wr wb.

0 comments:
Posting Komentar