Dwi Jatmiko

Pendakwah

Belajar Singkat Membuat Berita Dakwah

Leave a Comment

 

Dwi Jatmiko Jadi Narasumber Pengajian, Tekankan Pentingnya Ilmu dan Amal

Dwi Jatmiko Jadi Narasumber Pengajian, Tekankan Pentingnya Ilmu dan Amal (10/9/2025)

Pembelajaran Jurnalistik Dakwah Ke - 001

EDUAILA.COM, - Belajar Singkat Membuat Berita Dakwah.

  1. Pilih Topik: Tentukan topik yang ingin kamu angkat berdasarkan relevansi dan minat pembaca. 
  2. Cari Informasi: Kumpulkan fakta dan informasi terkait topik dari sumber yang terpercaya seperti wawancara dengan saksi atau pakar, laporan resmi, atau penelitian terbaru. 
  3. Tentukan Struktur Berita: Gunakan struktur berita dasar "5W+1H": What (Apa): Informasi inti atau peristiwa yang terjadi. Who (Siapa): Siapa yang terlibat atau terpengaruh oleh peristiwa tersebut. When (Kapan): Waktu terjadinya peristiwa. Where (Dimana): Tempat terjadinya peristiwa. Why (Mengapa): Alasan atau latar belakang terjadinya peristiwa. How (Bagaimana): Cara peristiwa tersebut terjadi atau berpengaruh. 
  4. Menulis Berita: Tulis berita dengan bahasa yang jelas, singkat, dan mudah dipahami. Gunakan gaya penulisan berita yang netral dan objektif. 
  5. Edit dan Koreksi: Periksa ulang berita untuk memastikan keakuratan informasi dan kejelasan tulisan. 
  6. Publikasi: Terakhir, publikasikan berita tersebut melalui platform yang sesuai, baik itu media cetak, online, atau sosial media. Dengan praktik terus menerus dan berkelanjutan, Mahasiswa Aila akan semakin terampil dalam membuat berita yang informatif dan menarik bagi pembaca.

Contoh Berita dakwah

SOLO - Pengajian rutin yang digelar di Masjid Al-Ikhlas, Solo, Rabu malam (10/9/2025) menghadirkan Dwi Jatmiko staf pengajar Aslam Islamic Learning Academy, sebagai narasumber. Kehadiran Dwi Jatmiko disambut hangat ratusan jamaah yang memenuhi ruang utama masjid.

Dalam tausiyahnya, ia menekankan pentingnya keseimbangan antara ilmu dan amal. 

“Ilmu tanpa amal bagaikan pohon tanpa buah. Semakin luas ilmu yang kita miliki, semakin besar pula tanggung jawab kita untuk mengamalkannya,” ujarnya di hadapan jamaah.

Lebih lanjut, Dwi Jatmiko mengingatkan bahwa Rasulullah SAW adalah teladan utama bagi umat Islam dalam mencari ilmu. 

Ia mengutip sabda Nabi Muhammad SAW: “طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ (Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim). 

Menurutnya, hadits ini menegaskan bahwa menuntut ilmu bukan sekadar anjuran, tetapi kewajiban yang melekat sepanjang hayat.

Pengajian yang berlangsung sekitar dua jam tersebut tidak hanya berisi ceramah, tetapi juga sesi tanya jawab. 

Jamaah antusias menanyakan berbagai hal seputar amalan harian, mulai dari tata cara shalat sunnah, adab menuntut ilmu, hingga peran seorang muslim dalam kehidupan sosial. 

Suasana hangat tercipta karena penyampaian materi dilakukan dengan bahasa sederhana dan diselingi humor ringan.

Panitia pengajian, Azzam, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin bulanan. 

“Kami sengaja menghadirkan narasumber bergantian agar jamaah mendapat perspektif yang berbeda, namun tetap dalam bingkai ajaran Islam,” katanya.

Melalui pengajian ini, Da'i Champions MUI Pusat Dwi Jatmiko berharap jamaah semakin bersemangat meneladani Rasulullah SAW, tidak hanya dalam ibadah, tetapi juga dalam menjaga hubungan sosial.

“Sejatinya, ilmu harus membawa manfaat, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain,” pungkasnya.


Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 comments:

Posting Komentar