EDUAILA.COM, - Membumikan pembelajaran Al-Qur’an melalui ilmu tajwid dan tahsin terus digencarkan oleh kalangan pendidik.
Salah satu inovasi menarik datang dari guru Pendidikan Agama Islam yang menyusun peta pikiran bertema “Belajar Tajwid dan Tahsin”, Sabtu (12/7/2025).
Peta pikiran itu memuat lima pilar utama yang menjadi fondasi dalam membaca Al-Qur’an dengan benar: Ilmu Tajwid, Makharijul Huruf dan Sifatnya, Hukum Tajwid, Bacaan Gharib, serta MSI dan Mushaf Madinah.
Masing-masing pilar disajikan secara bercabang agar mudah dipahami oleh peserta didik dari berbagai jenjang.
“Peta pikiran ini bertujuan agar siswa tidak hanya hafal teori, tapi benar-benar paham praktiknya, terutama saat membaca Al-Qur’an dalam salat maupun di luar salat,” ungkap Dwi Jatmiko, guru PAI SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta.
Dalam penjabaran peta pikiran tersebut, Ilmu Tajwid disampaikan secara mendalam mulai dari pengertian, hukum, tingkatan membaca, hingga adab membaca dan bacaan isti’adzah-basmalah.
Sementara itu, Makharijul Huruf dan Sifatnya memperkenalkan tempat keluarnya huruf (makhraj) dari tenggorokan, mulut, hidung, hingga bibir, dilengkapi dengan sifat huruf yang mempunyai dan tidak mempunyai lawan.
Adapun Hukum Tajwid meliputi materi penting seperti mad, waqaf, idgham, qalqalah, ghunnah, alif lam, dan hukum nun serta mim sukun yang kerap ditemui dalam bacaan sehari-hari.
Siswa juga diajak memahami bacaan gharib seperti imalah, saktah, isymam, ayat sajadah, hingga lambang-lambang unik dalam mushaf.
Tak kalah penting, bagian MSI dan Mushaf Madinah membandingkan sistem penulisan Al-Qur’an standar Indonesia dan Madinah, termasuk simbol-simbol bacaan khas seperti hamzah washal, tanwin, dan lafaz jalalah.
“Kami ingin pembelajaran Al-Qur’an itu tidak hanya kognitif, tapi juga aplikatif dan menyenangkan. Salah satunya dengan menyederhanakan materi lewat gambar dan visual,” tambahnya.
Langkah ini mendapat respons positif dari siswa. Mereka mengaku lebih mudah mengingat materi dan terbantu saat praktik membaca.
Dengan pendekatan visual yang menarik, inovasi ini diharapkan dapat diterapkan lebih luas di sekolah-sekolah, terutama dalam mendukung program literasi Al-Qur’an sejak usia dini.

0 comments:
Posting Komentar