EDUAILA.COM - Pelatihan Guru MIPA Bilingual yang dilaksanakan oleh Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah yang berlangsung di Hotel Aveon selama empat hari mulai dari tanggal 17 -20 Desember 2025 saya bertemu dengan guru dari berbagai daerah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas guru Muhammadiyah dalam menerapkan pembelajaran bilingual di kelas.
Sebelum kegiatan dimulai, saya sebagai pengajar MIPA mempunyai tantangan untuk menyampaikan konsep sains yang kompleks dalam bahasa Inggris terasa cukup berat, bagaimana mengomunikasikan keagungan ilmu ini dalam bahasa internasional (Inggris) tanpa kehilangan ruh keislamannya. Kemampuan bahasa teknis (classroom language) yang masih sangat minim apalagi memahami materi serta bagaimana memastikan siswa tetap memahami materi inti tanpa terkendala hambatan bahasa.
Kegiatan ini dimulai pada tanggal 17 Desember 2025, pada acara pembukaan disampaikan motivasi oleh Bp Sutomo, M.Pd selaku ketua Panitia dari kegiatan ini. Selanjutnya disampaikan keynote speaker oleh Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PP yaitu Bp H. Didik Suhardi, Ph.D beberapa motivasi dan tips dalam menyampaikan materi dengan menggunakan bilingual. Guru tidak perlu takut dalam menyampaikan materi MIPA dengan bilingual. Guru Muhammadiyah harus percaya diri.
Selanjutnya Sesi Inspirasi yang disampaikan oleh Bp. Gogot Suharwoto,S.Pd.,M.Pd., Ph.D. tentang Bridging Logic and Language: Effective Strategies for Bilingual. Logic meliputi concept, reasoning, patterns, cause-effect, sedangkan Language meliputi vocabulary, sentence structure, terminology dan explanation. Jembatan antara logic dan language diawali dengan konsep.
Pada hari kedua kelas sudah dipisahkan, saya berada di kelas A yang semua merupakan guru Matematika yang berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Fasilitator di kelas A Adalah Bp. Rizki (Dosen UHAMKA) dan Ibu Vita (guru SD Muhammadiyah Manyar Gresik). Materi yang saya dapatkan berupa trik dan tips dalam menyampaikan materi Matematika. Saya mendapatkan motivasi dari Selama kegiatan berlangsung, perasaan saya berubah menjadi terinspirasi dan tertantang secara positif.
Saya mempelajari metode Content and Language Integrated Learning (CLIL) yang sangat aplikatif. Diskusi dengan sesama rekan guru membuka mata saya bahwa tantangan dapat dihadapi dengan kolaborasi antar guru Muhammadiyah. Praktik mengajar (peer teaching) dan umpan balik langsung membantu saya menggunakan bahasa Inggris di kelas. Penyampaian bilingual di kelas perlu ditekankan dalam hal perintah, sapaan maupun dalam menyampaikan asesmen. Namun jika dalam menuyampaikan konsep bisa menggunakan Bahasa Indonesia. Begitu tips yang disampaikan oleh fasilitator.
Setelah mengikuti pelatihan saya merasa optimis dan siap beraksi. Langkah konkret yang akan saya lakukan (RTL) antara lain : mencoba untuk menyusun perangkat pembelajaran (RPP/Modul Ajar) yang mengintegrasikan istilah-istilah MIPA dalam bahasa Inggris secara sistematis, mencoba membuat lesson design dan desain thinking dalam memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan peserta didik dan kegiatan pembelajaran. Menerapkan strategi scaffolding untuk membantu siswa memahami istilah teknis. Berbagi ilmu dengan rekan sejawat di sekolah asal agar iklim bilingual dapat tumbuh lebih luas di lingkungan sekolah.
Saya sampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini yaitu Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah atas visi dan komitmennya dalam meningkatkan kualitas guru melalui program ini. Dukungan ini sangat berarti bagi peningkatan daya saing sekolah-sekolah Muhammadiyah di kancah internasional.
Saya sampaikan kepada fasilitator yaitu Bp Rizki dan Ibu Vita terima kasih atas kesabaran, bimbingan, dan ilmu yang telah dibagikan. Materi yang disampaikan sangat relevan dan membuka cakrawala baru bagi kami dalam mengelola kelas bilingual secara efektif. Materi bisa saya terapkan dan menambah percaya diri dalam menyampaikan di kelas. Refleksi dalam peer teaching juga bisa diterapkan untuk memperbaiki dalam menyampaikan materi di kelas. Saya juga mendapatkan sumber-sumber bacaan yang mendukung.
Saya sampaikan terima kasih atas kerja keras, dedikasi, dan pelayanan yang luar biasa selama pelatihan. Pengelolaan kegiatan yang rapi dan responsif membuat kami dapat fokus menyerap materi dengan nyaman. Panitia juga menyediakan obat-obatan untuk teman-teman yang kurang enak badan pada saat mengikuti pelatihan.

0 comments:
Posting Komentar