Dwi Jatmiko

Pendakwah

Mahasiswa AILA Diharapkan Terampil Lakukan Konseling Anak Sejak Dini

Leave a Comment

 


EDUAILA.COM - Mahasiswa AILA diharapkan memiliki keterampilan memadai dalam melakukan konseling pada anak. 


Harapan tersebut disampaikan dalam perkuliahan Konseling Anak yang dibimbing oleh dosen Dwi Jatmiko pada Kamis malam, 18/12/2025. 


Kegiatan ini menekankan pentingnya penguasaan keterampilan praktis agar mahasiswa mampu memahami dan membantu permasalahan anak secara tepat dan profesional.


Dalam pemaparannya, Dwi Jatmiko menjelaskan bahwa konseling anak memiliki karakteristik berbeda dengan konseling remaja maupun dewasa. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memahami tahapan-tahapan konseling secara komprehensif, dimulai dari observasi. 


Observasi terhadap anak dilakukan dengan memperhatikan perilaku verbal dan nonverbal, seperti ekspresi wajah, gerak tubuh, pola bermain, hingga respons emosional anak dalam situasi tertentu. Observasi yang baik akan membantu konselor menangkap pesan yang tidak selalu disampaikan secara lisan.


Tahap berikutnya adalah membantu anak mengungkapkan masalahnya. Anak sering kali belum mampu menjelaskan perasaan dan konflik yang dialami dengan kata-kata. 


Dalam hal ini, mahasiswa AILA dilatih menggunakan pendekatan yang sesuai dengan dunia anak, seperti teknik bermain, menggambar, bercerita, dan penggunaan media sederhana. 


Pendekatan tersebut bertujuan menciptakan suasana aman dan nyaman sehingga anak merasa diterima dan berani mengekspresikan dirinya.


Dwi Jatmiko juga menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa dalam menghadapi resistensi. Resistensi dapat muncul dalam bentuk diam, menolak berbicara, atau perilaku agresif. 


Sikap sabar, empati, dan tidak menghakimi menjadi kunci utama dalam menghadapi kondisi tersebut. Konselor diharapkan mampu membangun hubungan yang hangat agar kepercayaan anak tumbuh secara bertahap.


Selain itu, mahasiswa dikenalkan pada konsep transferensi, yakni pemindahan perasaan anak terhadap figur tertentu kepada konselor. 


Pemahaman transferensi penting agar konselor dapat menjaga objektivitas dan profesionalisme dalam proses konseling.


Melalui perkuliahan ini, Mahasiswa AILA diharapkan tidak hanya menguasai teori, tetapi juga terampil dalam praktik konseling anak, sehingga mampu memberikan pendampingan yang efektif dan berdampak positif bagi tumbuh kembang anak.





Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 comments:

Posting Komentar