Dwi Jatmiko

Pendakwah

Nikmatnya Berjuang Bersama Islam

Leave a Comment

 


Berjuang bersama Islam adalah anugerah terbesar yang Allah karuniakan kepada hamba-hamba-Nya yang terpilih. 


Tidak semua orang diberi kesempatan untuk merasakan indahnya menjadi bagian dari arus kebaikan, mengalir dalam perjuangan dakwah, serta menanam amal yang pahalanya terus hidup bahkan setelah kita tiada. 


Dalam Al-Qur’an, Allah menegaskan bahwa golongan terbaik di muka bumi adalah mereka yang “mengajak kepada kebaikan, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar” (QS. Ali Imran: 104). Ayat ini menjadi pengingat bahwa perjalanan dakwah bukan beban, melainkan kehormatan.


Nikmatnya berjuang bersama Islam bukan hanya terlihat dari hasil, tetapi juga dari prosesnya. Setiap langkah menuju majelis ilmu, setiap waktu yang dicurahkan untuk kegiatan organisasi, setiap tenaga yang diberikan untuk membantu umat, semuanya menjadi saksi keimanan. 


Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad). Hadits ini meneguhkan bahwa berjuang di jalan Islam selalu berkaitan dengan memberi manfaat, memperbaiki diri, dan membangun masyarakat.


Kebersamaan dalam perjuangan juga menghadirkan rasa persaudaraan yang sulit ditemukan dalam ikatan duniawi lainnya. Kita bertemu bukan karena harta, jabatan, atau kepentingan, tetapi karena cinta kepada Allah. 


Dalam ukhuwah itulah lahir ketulusan, saling menguatkan, dan semangat untuk terus berdiri tegak walau badai datang silih berganti.


Tentu perjuangan tidak selalu mudah. Ada lelah, ada ujian, ada momen ketika diri hampir menyerah. Namun di balik itu semua, Allah menjanjikan ketenangan bagi pejuang yang ikhlas. 


“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d: 28). Lelah kita menjadi ibadah, dan setiap pengorbanan berubah menjadi pahala yang abadi.


Berjuang bersama Islam adalah perjalanan panjang yang penuh cahaya. Selama kita menapaki jalan ini, Allah selalu menyertai, melindungi, dan menguatkan. 


Maka tetaplah melangkah, karena setiap usaha kecil yang kita lakukan adalah bagian dari mozaik besar peradaban Islam yang terus kita bangun bersama.

Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 comments:

Posting Komentar