eduaila.com - Saudara-saudara jemaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Pertama-tama, marilah kita mengucapkan segala puji atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kita berbagai macam nikmat, terutama nikmat Iman, Islam, dan kesehatan sehingga kita masih dapat melaksanakan kewajiban shalat Jumat secara berjamaah pada hari ini.
Marilah kita senantiasa meningkatkan takwa kepada Allah SWT dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena hanya dengan ketakwaanlah hidup kita akan mendapatkan keberkahan dan keselamatan di dunia maupun akhirat.
Shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, suri teladan sepanjang masa. Berkat perjuangan beliau, kita dapat merasakan nikmatnya hidayah Islam hingga hari ini. Semoga kita semua termasuk umat yang mendapat syafaat beliau di hari kiamat, Amin ya Rabbal ‘Alamin.
Kaum muslimin rahimakumullah,
Pada kesempatan khutbah Jumat ini, kita berada pada akhir bulan Jumadil Akhir dan sebentar lagi akan memasuki bulan Rajab 1447 Hijriah. Kedatangan bulan Rajab merupakan salah satu nikmat waktu yang Allah karuniakan kepada kita, karena bulan ini termasuk salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan oleh Allah SWT.
Dalam bulan-bulan haram, umat Islam dianjurkan untuk lebih menjaga diri dari perbuatan dosa serta memperbanyak amal kebaikan seperti istighfar, dzikir, sedekah, dan ibadah-ibadah sunnah lainnya. Ini adalah kesempatan besar yang seharusnya tidak kita sia-siakan.
Allah SWT telah menegaskan keutamaan bulan haram dalam firman-Nya pada Surat At-Taubah Ayat 36:
اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ
Artinya:
“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi; di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya…” (QS. At-Taubah: 36)
Ayat ini mengingatkan kita agar lebih berhati-hati dalam berbuat dosa, menjaga lisan, menjaga hati, serta memperbanyak amal saleh pada bulan-bulan mulia ini. Karena setiap amal kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya, dan setiap dosa juga semakin besar perhitungannya.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Menjelang datangnya Rajab berarti kita semakin dekat dengan Ramadhan. Rajab adalah momentum persiapan. Jika seorang petani mempersiapkan tanahnya sebelum musim tanam, demikian pula seorang muslim seharusnya mempersiapkan hati, iman, dan amalnya sebelum datangnya Ramadhan. Maka mari kita:
-
Perbanyak istighfar agar hati bersih dari dosa
-
Perbanyak dzikir agar hati selalu ingat kepada Allah
-
Perbanyak sedekah agar semakin peka terhadap sesama
-
Perbanyak doa agar Allah memberi kesempatan bertemu Ramadhan dalam keadaan sehat dan bertakwa
Semoga Allah menjadikan kita sebagai hamba-hamba yang mampu memanfaatkan waktu dengan baik dan memberi keberkahan dalam setiap langkah kehidupan kita.
Saudara-saudara jemaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Pertama-tama, marilah kita mengucapkan segala puji atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kita berbagai macam nikmat, terutama nikmat Iman, Islam, dan kesehatan sehingga kita masih dapat melaksanakan kewajiban shalat Jumat secara berjamaah pada hari ini.
Marilah kita senantiasa meningkatkan takwa kepada Allah SWT dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena hanya dengan ketakwaanlah hidup kita akan mendapatkan keberkahan dan keselamatan di dunia maupun akhirat.
Shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, suri teladan sepanjang masa. Berkat perjuangan beliau, kita dapat merasakan nikmatnya hidayah Islam hingga hari ini. Semoga kita semua termasuk umat yang mendapat syafaat beliau di hari kiamat, Amin ya Rabbal ‘Alamin.
Kaum muslimin rahimakumullah,
Pada kesempatan khutbah Jumat ini, kita berada pada akhir bulan Jumadil Akhir dan sebentar lagi akan memasuki bulan Rajab 1447 Hijriah. Kedatangan bulan Rajab merupakan salah satu nikmat waktu yang Allah karuniakan kepada kita, karena bulan ini termasuk salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan oleh Allah SWT.
Dalam bulan-bulan haram, umat Islam dianjurkan untuk lebih menjaga diri dari perbuatan dosa serta memperbanyak amal kebaikan seperti istighfar, dzikir, sedekah, dan ibadah-ibadah sunnah lainnya. Ini adalah kesempatan besar yang seharusnya tidak kita sia-siakan.
Allah SWT telah menegaskan keutamaan bulan haram dalam firman-Nya pada Surat At-Taubah Ayat 36:
اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ
Artinya:
“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi; di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya…” (QS. At-Taubah: 36)
Ayat ini mengingatkan kita agar lebih berhati-hati dalam berbuat dosa, menjaga lisan, menjaga hati, serta memperbanyak amal saleh pada bulan-bulan mulia ini. Karena setiap amal kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya, dan setiap dosa juga semakin besar perhitungannya.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Menjelang datangnya Rajab berarti kita semakin dekat dengan Ramadhan. Rajab adalah momentum persiapan. Jika seorang petani mempersiapkan tanahnya sebelum musim tanam, demikian pula seorang muslim seharusnya mempersiapkan hati, iman, dan amalnya sebelum datangnya Ramadhan. Maka mari kita:
-
Perbanyak istighfar agar hati bersih dari dosa
-
Perbanyak dzikir agar hati selalu ingat kepada Allah
-
Perbanyak sedekah agar semakin peka terhadap sesama
-
Perbanyak doa agar Allah memberi kesempatan bertemu Ramadhan dalam keadaan sehat dan bertakwa
Semoga Allah menjadikan kita sebagai hamba-hamba yang mampu memanfaatkan waktu dengan baik dan memberi keberkahan dalam setiap langkah kehidupan kita.

0 comments:
Posting Komentar