Dwi Jatmiko

Pendakwah

Pondok Pesantren Salafiyyah Al-Juwayni: Merawat Tradisi, Menyapa Zaman

Leave a Comment

 



Bekasi — Di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan teknologi, Pondok Pesantren Salafiyyah Al-Juwayni tetap teguh memegang prinsip pendidikan ala ulama salaf, sembari menyesuaikan diri dengan kebutuhan zaman. Berlokasi di Jl. Radio No. 50, Margahayu, Bekasi, Jawa Barat, pesantren yang berdiri sejak September 2015 ini menjadi oase ilmu dan adab di tengah masyarakat perkotaan.

Dibimbing oleh para asatidz berpengalaman, salah satunya Ustaz Mukhlis Hidayat, guru muda kelahiran Sragen, 7 Juni 1992, yang telah mengabdikan diri di dunia pendidikan sejak 2016 dan bergabung di Al-Juwayni sejak 2021. Ia dikenal sebagai sosok pendidik yang disiplin, bersahaja, dan fokus pada pengembangan karakter santri.
📞 Kontak: 0812-8507-9583

Visi dan Misi: Menjaga Ilmu dan Adab

Pesantren ini memiliki visi besar: “Membangun generasi yang berilmu, bertakwa, dan beradab sesuai dengan ajaran ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah.”

Untuk mewujudkannya, misi pendidikan difokuskan pada pengajaran kitab-kitab klasik ulama dengan metode salafiyah — sistem pengajaran talaqqi dan mulazamah — yang telah terbukti melahirkan banyak ulama berintegritas di masa lalu.

Program Unggulan: Santri Melek Kitab dan Teknologi

Ciri khas Pondok Pesantren Salafiyyah Al-Juwayni adalah keseimbangan antara ilmu agama dan keterampilan modern.
Beberapa program unggulannya antara lain:

Bahtsul Masa’il, mengasah kemampuan berpikir kritis santri dalam menjawab persoalan keagamaan.

Pembelajaran Kitab Gundul, melatih pemahaman mendalam terhadap teks klasik.

Pendidikan Karakter dan Wirausaha, agar santri mandiri dan siap berdakwah di masyarakat.

Pelatihan Media Sosial dan Editing, membekali santri agar mampu berdakwah digital secara bijak.

“Santri harus bisa berdiri di atas kaki sendiri, berdakwah dengan cara yang relevan, tanpa kehilangan ruh keilmuan salaf,” ujar Ustaz Mukhlis.

Perpaduan Metode Lama dan Semangat Baru

Berbeda dengan banyak pesantren lain, Al-Juwayni menggabungkan metode klasik dengan sentuhan modern. Tradisi talaqqi tetap dijaga, namun disertai penerapan teknologi dan pendekatan sosial yang relevan dengan kehidupan kekinian.

“Metode ulama terdahulu kami jaga, tapi kami juga tidak menutup mata terhadap perkembangan zaman,” jelas Ustaz Mukhlis.

Ekstrakurikuler dan Pengembangan Diri

Selain fokus pada pengajaran kitab, pondok ini juga mengembangkan berbagai kegiatan ekstrakurikuler, seperti:

Pencak Silat

Digital Marketing (unggulan)

Servis Elektronik dan Menjahit

Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang

Kiat Mendidik Santri Berprestasi

Bagi Ustaz Mukhlis, kunci pendidikan santri adalah doa, keteladanan, dan kedekatan emosional.
“Metode mulazamah — yakni belajar langsung dan intens dengan guru — adalah cara yang terbukti mencetak ulama besar sepanjang sejarah,” ujarnya.

Pendidikan untuk Santri Berbakat

Santri yang memiliki bakat akademik akan dipersiapkan untuk melanjutkan studi ke Yaman atau Mesir, sementara santri dengan kemampuan non-akademik diarahkan untuk mengembangkan bakat praktis seperti wirausaha dan keterampilan digital.

PHBS dan Green School

Kedisiplinan menjadi bagian dari budaya pesantren. Santri diwajibkan bangun satu jam sebelum subuh untuk muroja’ah hafalan kitab, dilanjutkan dengan pembelajaran intensif hingga malam hari.

Sebagai bentuk kepedulian lingkungan, pesantren juga mengusung program “Green School”, dengan pembatasan penggunaan kertas dan plastik, serta kegiatan “Satu Santri Satu Pohon” setiap bulan.

Sinergi dengan Masyarakat

Kehadiran Pondok Pesantren Salafiyyah Al-Juwayni mendapat sambutan positif dari warga sekitar. Setiap minggu diadakan kajian umum untuk masyarakat, kegiatan kerja bakti bersama, dan program Jum’at Berkah, berupa masak dan berbagi makanan gratis.

Prestasi dan Terobosan

Meski terbilang muda, pesantren ini telah menorehkan prestasi:

Juara II I’rob Kitab Tingkat Provinsi Jawa Barat (2022)

Juara I Karya Tulis Ilmiah Tingkat SMA Provinsi Jawa Barat (2024)

Untuk masa depan, pesantren menyiapkan Program Pendidikan Minat Santri, agar setiap murid dapat mengembangkan potensi sesuai bakatnya dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat.

 “Ilmu tanpa adab akan buta, dan adab tanpa ilmu akan hampa.”

Begitulah semboyan yang dipegang teguh oleh Pondok Pesantren Salafiyyah Al-Juwayni.

Mereka tak hanya ingin mencetak santri yang pandai membaca kitab, tetapi juga cerdas, berkarakter, dan mampu berdiri tegak di tengah perubahan zaman.

Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 comments:

Posting Komentar