Duri, Riau, EDUAILA.COM — Perjalanan hidup seorang mahasiswa bernama Fadhil Febriansah (22) bisa menjadi inspirasi banyak anak muda. Berawal dari berjualan roti bakar di pinggir jalan saat pandemi, hingga kini menjadi bagian dari dunia pendidikan Islam, Fadhil menunjukkan bahwa kerja keras, keberanian, dan kesediaan belajar membuka jalan untuk masa depan yang lebih baik.
Cerita itu bermula ketika Fadhil masih duduk di bangku SMA. Kala itu pandemi COVID-19 membuat sekolah diliburkan. Di tengah situasi sulit, ia ditawari pekerjaan menjual sandwich atau roti bakar dari pukul 17.00 hingga 23.00 WIB. “Awalnya ragu, tapi akhirnya saya coba. Dari situ saya belajar mandiri, walaupun hanya beberapa bulan karena sekolah kembali normal,” kenangnya.
Setelah tamat SMA, Fadhil mencoba dunia kerja formal. Ia sempat menjadi housekeeping di sebuah hotel dekat rumah. Tugasnya membersihkan kamar, merespons komplain tamu, dan bekerja dalam sistem shift. Namun, lingkungan kerja yang penuh tekanan membuatnya hanya bertahan dua bulan. “Supervisor sering menghina di depan umum, ditambah pergaulannya sangat bebas. Saya merasa tidak cocok,” ujarnya.
Tak lama kemudian, kesempatan lain datang. Fadhil mendapat tawaran dari saudaranya untuk bekerja di Pekanbaru, tepatnya di Sekolah Kuttab Al Fatih. Meski awalnya ibunya sempat melarang karena itu pengalaman pertamanya merantau, akhirnya Fadhil diizinkan. Hampir tiga tahun ia mengabdikan diri di sana, mengurus beragam hal mulai dari memasak untuk 130 porsi setiap hari, membersihkan sekolah, hingga membantu kebutuhan santri.
Uniknya, meski tidak pernah mondok, di lingkungan Kuttab Al Fatih Fadhil justru mulai serius menekuni agama. Setiap malam Senin dan Rabu ia mengikuti tahsin, sementara Sabtu dan Ahad belajar bahasa Arab. “Di sana saya baru benar-benar mengenal Islam lebih dalam,” katanya.
Kini, selain menempuh pendidikan tinggi, Fadhil juga dikenal sebagai pribadi yang cepat belajar, mudah beradaptasi, dan menguasai keterampilan dasar teknologi seperti Microsoft Word dan PowerPoint.
Bagi Fadhil, setiap fase hidupnya adalah guru. Dari roti bakar, hotel, hingga Kuttab, ia belajar arti sabar, kerja keras, dan keberanian untuk melangkah ke jalan yang lebih baik.
.jpg)
0 comments:
Posting Komentar