EDUAILA.COM - Siraman Rohani Islam RRI Surakarta – Bersama Ustadz Dwi Jatmiko, M.Pd., Gr., CPS.
Senin, 13 Oktober 2025 | Pukul 05.15 WIB | RRI Pro 1 Surakarta (101 FM)
Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, hati manusia sering kali terasa gersang. Banyak orang mencari ketenangan lewat dunia, tapi justru menemukan kegelisahan. Padahal, Allah telah memberikan sumber ketenangan sejati — yaitu Al-Qur’an.
Firman Allah dalam QS. Ar-Ra’d ayat 28 menegaskan:
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
Ayat ini menjadi pengingat bahwa ketenangan bukan ditemukan pada harta, jabatan, atau popularitas, melainkan dalam kedekatan dengan kalam Allah.
Membaca dengan Hati, Bukan Sekadar Lisan
Dalam siraman rohani RRI Surakarta kali ini, Ustadz Dwi Jatmiko, M.Pd., Gr., CPS., dari SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, mengajak umat Islam untuk kembali menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat hidup.
Beliau menyampaikan, “Banyak yang membaca Al-Qur’an dengan suara merdu, tetapi tak semua membacanya dengan hati yang tersentuh. Padahal, Al-Qur’an turun bukan hanya untuk didengar, tapi untuk direnungkan dan diamalkan.”
Membaca Al-Qur’an dengan hati berarti membiarkan setiap ayat berbicara kepada diri kita. Saat membaca tentang sabar, kita belajar menahan diri. Saat membaca tentang syukur, kita sadar atas nikmat yang sering terlupa.
Al-Qur’an Sebagai Obat Jiwa
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
(HR. Bukhari)
Al-Qur’an adalah obat bagi jiwa yang lelah. Dalam setiap ayatnya, tersimpan kekuatan yang mampu menenangkan hati, memberi arah, dan menumbuhkan semangat hidup.
Menurut Ustadz Dwi Jatmiko, “Jika hati ingin lembut, dekatlah dengan Al-Qur’an. Jika hidup ingin tenang, biasakan berinteraksi dengan kalam Allah setiap hari, walau hanya satu ayat.”
Menjadikan Al-Qur’an Panduan Hidup Sehari-hari
Menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup bukan berarti sekadar membaca atau menghafalnya. Yang terpenting adalah bagaimana setiap pesan dalam Al-Qur’an menjadi dasar berpikir, bersikap, dan bertindak.
Ustadz Dwi menutup tausiyahnya dengan ajakan sederhana namun dalam makna:
“Mari jadikan Al-Qur’an sebagai cermin diri. Bukan hanya kita membaca Al-Qur’an, tapi biarlah Al-Qur’an yang membaca kita.”
📻 RRI PRO 1 Surakarta (101 FM)
📞 0271-635046 | 0813-9001-5525
📲 RRI Digital – Menyapa Hati, Menyentuh Nurani

0 comments:
Posting Komentar