EDUAILA.COM, - Budaya komunikasi masyarakat selalu mengalami perubahan dari masa ke masa.
Sejarah mencatat, sejak awal peradaban manusia, komunikasi sudah menjadi kebutuhan utama untuk menyampaikan pesan, pengetahuan, dan nilai-nilai kehidupan.
Perubahan tersebut berlangsung seiring dengan perkembangan teknologi, kebiasaan, dan pola pikir masyarakat.
Dulu, media komunikasi yang digunakan sangat sederhana dan tradisional. Anak-anak sekolah, misalnya, menulis menggunakan sabak dan grif. Media ini menjadi sarana awal pembelajaran membaca dan menulis.
Kini, generasi baru mendapatkan mata pelajaran melalui komputer, bahkan lewat aplikasi daring yang dapat diakses dari rumah.
Transformasi tersebut menunjukkan betapa cepatnya pergeseran budaya komunikasi dalam dunia pendidikan.
Perubahan juga terlihat dalam sejarah Islam. Para sahabat Nabi Muhammad Saw menuliskan wahyu dengan media sederhana: daun lontar, pelepah kurma, hingga kulit hewan.
Semua itu dilakukan dengan penuh kehati-hatian agar pesan wahyu tetap terjaga.
Kini, Al-Qur’an hadir dalam bentuk mushaf modern, tidak hanya berupa teks cetak, tetapi juga tersedia dalam versi digital yang dilengkapi suara, terjemahan, bahkan gambar penjelas.
Dalam ranah dakwah, perubahan komunikasi juga terasa signifikan. Dahulu, seorang dai harus menempuh perjalanan panjang, menyeberangi lembah dan gunung, hanya untuk menyampaikan pesan agama kepada masyarakat.
Kini, pesan dakwah hadir di ruang tamu melalui televisi, radio, dan media sosial. Dai tidak lagi dibatasi oleh jarak, waktu, dan medan yang sulit.
Pesan agama bisa hadir di layar ponsel, bahkan dalam hitungan detik.
Perjalanan panjang budaya komunikasi ini menunjukkan bahwa manusia selalu beradaptasi dengan perubahan zaman.
Media boleh berubah, dari tradisional hingga modern, tetapi tujuan komunikasi tetap sama: menyampaikan kebenaran, pengetahuan, serta pesan kemanusiaan agar terus hidup dari generasi ke generasi.

Belajar dan mencari ilmu sekarang dipermudah. Logikanya orang-orang sekarang mestinya harus super pintar. Dan ini yang penting untuk kita sadari dan wujudkan.
BalasHapus