EDUAILA.COM, BEKASI — Neng Aisi Pariha, seorang ibu rumah tangga kelahiran Bekasi, 4 Februari 1975, berbagi kisah inspiratif tentang perjalanannya dalam menimba ilmu agama.
Meski beraktivitas sehari-hari sebagai pengurus rumah tangga, ia aktif mengikuti berbagai majelis taklim di tingkat kelurahan, kecamatan, hingga kota Bekasi.
Bahkan, Neng Aisi menginisiasi majelis taklim sendiri yang kini beranggotakan lebih dari 100 jamaah.
“Alhamdulillah, meskipun saya sadar ilmu saya masih sangat minim, terutama dalam bidang fiqih dan aqidah, saya ingin tetap belajar dan memperkuat dasar dakwah dengan ilmu yang benar,” ungkapnya.
Pencariannya terhadap ilmu agama semakin mantap ketika ia dipertemukan dengan Kuliah AILA.
Awalnya, ia sempat merasa rendah diri karena latar belakang pendidikannya hanya lulusan kesetaraan, sedangkan sebagian peserta lain berasal dari pendidikan tinggi.
Namun, rasa insecure itu perlahan memudar.
“Masya Allah tabarakallah, ilmu-ilmu yang disampaikan para dosen dan ustadz di Kuliah AILA sangat mencerahkan. Saya merasa bersyukur dan beruntung, akhirnya semakin sadar betapa ilmu saya sebelumnya belum seberapa,” tutur Neng Aisi dengan penuh rasa haru.
Kini, Neng Aisi tidak lagi merasa rendah diri. Justru sebaliknya, ia semakin percaya diri dalam menuntut ilmu dan berdakwah bersama para jamaahnya.
Ia pun menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh dosen dan ustadz yang telah membersamai perjalanannya.
“Bersyukur kepada Allah SWT karena dipertemukan dengan Kuliah AILA yang menambah ilmu, memperluas wawasan, dan menghadirkan lingkungan orang-orang alim. Semoga kita semua senantiasa dalam keberkahan dan ridha Allah SWT,” ujarnya.

0 comments:
Posting Komentar