Dwi Jatmiko

Pendakwah

Alrako Ibrahim: Dari Hijrah Tinggalkan Riba hingga Berdakwah Lewat Jurnalistik Digital

Leave a Comment

 


EDUAILA.COM, SAMARINDA — Nama lengkapnya Alrako Ibrahim, akrab disapa Abu Raihaan. 


Lahir di Banjarmasin, 3 Juli 1976, ia menghabiskan masa kecil hingga dewasa di kota seribu sungai itu, sebelum akhirnya merantau ke Samarinda pada tahun 2000. 


Di kota perantauan inilah jalan hidupnya berubah, dari meninggalkan pekerjaan berbau riba hingga kini aktif sebagai pegiat dakwah dan pendidikan Islam.


Sejak 2017, ia mulai mendekatkan diri dengan Pusat Dakwah Islam (Pusdai) dan terlibat dalam berbagai kajian serta kegiatan. 


Dari sinilah hatinya tergerak untuk mengabdikan diri di dunia dakwah. 


Kini, Alrako dipercaya menjadi pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di Pesantren Bina Dakwah. 


Selain itu, ia juga membantu di Kampus ABDI dan AILA, khususnya di bidang administrasi dan media informasi.


“Alhamdulillah, setelah berhenti dari pekerjaan yang berkaitan dengan riba, Allah membuka jalan lain yang lebih berkah. Saya bisa belajar, berdakwah, sekaligus membantu lembaga pendidikan Islam,” ungkap Abu Raihaan kepada Republika, Kamis (19/9/2025).


Semangat belajarnya tidak berhenti di situ. Ia kini mengikuti perkuliahan Jurnalistik Dakwah yang diasuh oleh Ustadz Dwi Jatmiko, M.Pd., Gr., CPS., seorang Da’i MUI Pusat sekaligus penggerak “Dai Wayang Indonesia”. 


Dalam kuliah perdana, para peserta didorong untuk mampu menulis enam jenis berita: langsung, opini, interpretatif, mendalam, penjelasan, dan penyelidikan.


Menurutnya, metode penulisan yang diajarkan berbasis unsur jurnalistik 5W+1H (What, Who, Why, When, Where, dan How) sangat penting di era digitalisasi. 


“Harapannya, kami bisa menulis berita yang faktual, jujur, dan mengedukasi. Bukan sekadar opini tanpa dasar, apalagi hoaks,” katanya.


Bagi Abu Raihaan, dakwah di era digital menuntut keterampilan baru, termasuk literasi media. 


Dengan bekal itu, ia ingin memberi manfaat lebih luas, tidak hanya bagi jamaah di masjid, tapi juga masyarakat dunia maya yang haus akan informasi Islam yang benar.

Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 comments:

Posting Komentar