Dwi Jatmiko

Pendakwah

Dari Pengantar Surat Jadi Pemimpin, Kiprah Mulyono di PT Pos Indonesia

Leave a Comment

 


EDUAILA.COM, SAMARINDA – Hidup kadang penuh kejutan. Itulah yang dialami Mulyono, pria kelahiran Kediri, 11 Maret 1968. Awalnya, ia bercita-cita menjadi guru setelah menamatkan Diploma 2 Pendidikan Matematika di IKIP Malang. Namun, jalan hidup membawanya justru mengabdi di PT Pos Indonesia.


Perjalanan kariernya dimulai 1 November 1992, saat ia diterima sebagai karyawan. Tugas pertama yang diemban terbilang sederhana, yaitu menjadi juru antar surat di wilayah Samarinda Ulu. Hampir 16 tahun lamanya, ia setia menjalani pekerjaan itu. Ketekunannya membuat Mulyono dianugerahi predikat pegawai teladan bidang antaran.


Titik balik kariernya datang pada 2008. Mulyono dipercaya menduduki jabatan Kepala Kantor Pos Cabang (KPC). Jabatan yang jarang diraih seorang pengantar pos. Dari KPC Manunggal Jaya, Banyu Biru, hingga Samarinda Temindung, ia memimpin dengan prinsip disiplin, kerja keras, dan integritas. Selama 15 tahun menjabat, sederet prestasi berhasil ia torehkan, termasuk penghargaan KPC dengan pertumbuhan terbaik (2009) dan KPC dengan pendapatan terbaik (2012–2021).


Selain bekerja, Mulyono juga aktif berorganisasi. Ia tercatat sebagai Ketua Cabang Serikat Pekerja Pos Indonesia (SPPI) pada 2011–2020. Jiwa kepemimpinan dan kepeduliannya membuatnya dihormati tidak hanya di lingkungan kerja, tetapi juga di masyarakat.


Memasuki masa pensiun murni pada 1 April 2024, aktivitasnya justru semakin padat. Ia kini menjabat Ketua Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Nurul Haq, aktif di Majelis Tabligh Muhammadiyah Samarinda Utara, serta dipercaya sebagai imam Mushola Nur Istiqomah. Tak hanya itu, semangat belajarnya tak pernah padam. Mulyono kini menempuh studi di Akademi Ilmu Al-Qur’an dan Dakwah Indonesia (AILA), jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam.


“Dalam hidup ini, disiplin dan tanggung jawab adalah kunci. Itu yang saya pegang sejak awal hingga pensiun,” ujarnya.


Dari pengantar surat yang setia berjalan menembus gang, hingga pemimpin cabang dengan segudang prestasi, Mulyono membuktikan bahwa dedikasi selalu menemukan jalannya. Kini, selepas dari dunia kerja, ia terus melanjutkan pengabdian, bukan lagi untuk perusahaan, melainkan untuk masyarakat luas.

Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 comments:

Posting Komentar