Dwi Jatmiko

Pendakwah

5 Peranan Jurnalis Dakwah dalam Masyarakat

Leave a Comment

 


EDUAILA.COM, - Dalam era informasi yang serba cepat, jurnalis dakwah memiliki peranan penting dalam membangun kesadaran umat, menyampaikan kebenaran, serta menjaga nilai-nilai Islam agar tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman. 

Jurnalis dakwah tidak sekadar menyampaikan berita, tetapi juga menjadi teladan dan agen perubahan. 

Ada lima peranan strategis jurnalis dakwah yang bisa dijalankan, yaitu sebagai muaddib, musaddid, mujaddid, muwahid, dan mujahid.

1. Jurnalis Dakwah sebagai Muaddib (Pendidik Akhlak)

Seorang jurnalis dakwah tidak hanya menulis berita, tetapi juga mendidik masyarakat melalui nilai-nilai Islam. 

Ia menjadi muaddib yang mengajarkan adab dalam menyampaikan informasi, baik dalam pilihan kata, etika pemberitaan, maupun pesan moral yang terselip di dalamnya. 

Dengan demikian, setiap tulisan bukan hanya memberi informasi, tetapi juga mendidik pembaca untuk semakin berakhlak mulia.

2. Jurnalis Dakwah sebagai Musaddid (Pelurus Informasi)

Di tengah maraknya hoaks dan disinformasi, peran jurnalis dakwah sebagai musaddid sangat vital. 

Ia bertugas meluruskan kabar yang salah dan menegakkan prinsip tabayyun sebagaimana diperintahkan Allah dalam QS. Al-Ḥujurāt [49]: 6

Dengan sikap kritis dan obyektif, jurnalis dakwah memastikan informasi yang sampai kepada umat benar, terpercaya, dan membawa manfaat.

3. Jurnalis Dakwah sebagai Mujaddid (Pembaharu)

Jurnalis dakwah juga berperan sebagai mujaddid, yakni pembaharu yang mampu menghadirkan gagasan segar dalam menghadapi problematika umat. 

Ia tidak hanya mengulang narasi lama, tetapi juga memberi solusi baru dengan merujuk pada nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah. 

Peran ini menjadikan jurnalis dakwah sebagai agen transformasi sosial yang relevan dengan tantangan zaman.

4. Jurnalis Dakwah sebagai Muwahid (Pemersatu)

Umat Islam membutuhkan persatuan, bukan perpecahan. Jurnalis dakwah hadir sebagai muwahid yang menguatkan ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah. 

Ia menulis dengan bahasa yang menyejukkan, bukan memecah belah. 

Melalui pemberitaan yang bijak, jurnalis dakwah membantu menyatukan umat dalam semangat persaudaraan.

5. Jurnalis Dakwah sebagai Mujahid (Pejuang)

Akhirnya, jurnalis dakwah juga merupakan mujahid, pejuang di jalan Allah. 

Ia berjuang dengan pena, suara, dan medianya untuk menegakkan kebenaran dan melawan kebatilan. 

Jihadnya bukan dengan senjata, tetapi dengan dakwah melalui tulisan, liputan, dan informasi yang meneguhkan iman serta membela nilai-nilai Islam.


Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 comments:

Posting Komentar