Dwi Jatmiko

Pendakwah

Iqra: Membaca Lebih dari Sekadar Kata

Leave a Comment

 


eduaila.com - Perintah pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW bukanlah perintah untuk mengajar, berbicara, atau menulis. Wahyu itu dimulai dengan satu kata yang sangat kuat: Iqra. Bacalah.


Namun, iqra tidak semestinya dipersempit menjadi aktivitas membaca huruf dan merangkai kata. Membaca dalam perspektif Islam jauh lebih luas. Ia adalah pintu untuk mengenali ilmu, memahami kehidupan, dan menemukan kebesaran Allah SWT.


Membaca Al-Qur'an adalah bagian penting dari iqra. Tetapi seorang muslim juga dituntut membaca "ayat-ayat" Allah yang terbentang di semesta. Langit, bumi, manusia, sejarah, perubahan zaman, bahkan berbagai persoalan kehidupan adalah bahan bacaan yang mengajak manusia berpikir.


Di sinilah iqra bertemu dengan tafakur, yakni merenungkan ciptaan dan tanda-tanda kebesaran Allah. Kemudian tadabur, menyelami makna dan akibat dari sesuatu secara lebih mendalam. Ada pula tasyakur, membaca kehidupan dengan kesadaran untuk melahirkan rasa syukur. Sementara tanadhar mengajarkan manusia untuk memperhatikan, mengamati, dan melihat sesuatu secara cermat.


Karena itu, meningkatkan literasi bukan hanya soal membuat anak mampu membaca lebih banyak buku. Yang lebih penting adalah membangun manusia yang mampu membaca dengan pikiran, hati, dan tindakan.


Anak yang literat bukan sekadar mampu menjawab apa yang tertulis dalam buku. Ia mampu bertanya mengapa, memahami sebab-akibat, membandingkan informasi, menemukan kebenaran, lalu mengambil pelajaran.


Pesan Iqra dengan demikian sangat relevan di tengah banjir informasi hari ini. Ketika setiap orang bisa menjadi pembaca sekaligus penyebar informasi, kemampuan membaca kritis menjadi kebutuhan.


Nabi Muhammad SAW membawa risalah yang membebaskan manusia dari kebodohan menuju ilmu dan kesadaran. Maka, budaya literasi seharusnya tidak berhenti di perpustakaan dan ruang kelas.


Iqra adalah ajakan untuk membaca wahyu, membaca manusia, membaca alam, membaca zaman, lalu menjadikan hasil bacaan itu sebagai jalan untuk semakin mengenal Allah dan memberi manfaat bagi sesama.


Previous PostPosting Lama Beranda

0 comments:

Posting Komentar