Dwi Jatmiko

Pendakwah

Komparasi Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah dan Sekolah Dasar

Leave a Comment

 


EDUAILA.COM - Kurikulum MI lebih terfokus pada penguatan pendidikan agama Islam melalui mata pelajaran khusus seperti Al-Qur'an, Hadis, Fiqih, dan Akhlak, serta integrasi nilai-nilai religius ke dalam mata pelajaran umum. 

Sementara itu, kurikulum SD menempatkan pendidikan agama Islam sebagai bagian dari mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, yang porsinya lebih terbatas dibanding MI. 

Namun, SD lebih unggul dalam penerapan pendekatan tematik yang menghubungkan nilai-nilai moral dengan konteks kehidupan sehari-hari.



Madrasah Ibtidaiyah memiliki ciri khas sebagai lembaga pendidikan berbasis Islam yang mengintegrasikan ilmu agama dengan ilmu umum. 

Kurikulumnya dirancang untuk menanamkan nilai-nilai keislaman secara mendalam melalui mata pelajaran seperti Al-Qur'an, Hadis, Fiqih, dan Akhlak (Hasbullah, 2015). 

Sementara itu, Sekolah Dasar sebagai bagian dari sistem pendidikan umum di Indonesia juga memasukkan pendidikan agama dalam kurikulumnya, namun dengan porsi yang lebih terbatas dan disesuaikan dengan kerangka pendidikan nasional yang bersifat inklusif (Kemendikbud, 2013).

Perbedaan mendasar antara kurikulum MI dan SD terletak pada prioritas dan kedalaman pembelajaran nilai-nilai religius. 

MI memiliki struktur kurikulum yang secara khusus menyediakan waktu lebih banyak untuk pendidikan agama, sementara SD lebih menekankan pendidikan umum dengan tambahan pelajaran agama sebagai pendukung (Hidayat & Suherman, 2020). 

Namun, kedua kurikulum sama-sama berupaya mencetak generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan berdaya saing.


Previous PostPosting Lama Beranda

0 comments:

Posting Komentar