eduaila.com - Bencana alam sering datang tanpa peringatan, menyisakan luka mendalam, kehilangan, dan trauma bagi para korbannya.
Dalam kondisi seperti ini, konseling Islami memiliki peran penting sebagai upaya pemulihan yang tidak hanya menyentuh aspek psikologis, tetapi juga spiritual.
Pendekatan ini memadukan nilai-nilai keimanan, kesabaran, serta penguatan hubungan hamba dengan Allah sebagai sumber kekuatan terbesar.
Dalam konseling Islami, konselor tidak sekadar memberikan dukungan emosional, tetapi juga mengingatkan korban bahwa cobaan merupakan bagian dari sunnatullah.
Al-Qur’an menegaskan, “Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan” (QS. Al-Insyirah: 6). Ayat ini menjadi pegangan bahwa ujian tidak datang tanpa hikmah dan selalu ada jalan keluar yang Allah sediakan.
Dengan pemahaman ini, korban bencana diajak untuk menata kembali harapan dan membangun optimisme.
Metode konseling Islami juga menekankan pentingnya tawakkal, yaitu berserah diri sepenuhnya kepada Allah setelah berusaha.
Dalam situasi pascabencana, sikap ini membantu korban meredakan kecemasan, menerima keadaan, dan fokus pada langkah-langkah untuk bangkit.
Konselor biasanya mengajak korban berdzikir, membaca doa-doa penguat, serta merenungkan kembali nilai sabar sebagai bentuk ketaatan yang mendatangkan pahala besar.
Selain itu, konseling Islami mengedepankan pendekatan empati dan kasih sayang. Rasulullah SAW bersabda, “Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi adalah seperti satu tubuh” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis ini menjadi landasan bahwa konselor harus hadir sebagai pribadi yang menenangkan, menghargai perasaan korban, dan memberikan ruang bagi mereka untuk bercerita tanpa merasa dihakimi.
Tidak kalah penting, konseling Islami membantu korban membangun kembali makna hidup. Korban diajak menyadari bahwa setiap ujian membuka peluang untuk menjadi lebih kuat, bersyukur atas nikmat yang tersisa, dan memperbaiki hubungan sosial.
Dengan perpaduan antara pendekatan psikologis dan spiritual, konseling Islami menjadi sarana efektif untuk membantu korban bencana bangkit dari trauma dan menjalani hidup dengan semangat baru serta penuh harapan.
0 comments:
Posting Komentar