Dwi Jatmiko

Pendakwah

Kebahagiaan Dalam Pandangan Alquran

Leave a Comment

 


eduaila.com - Dalam kehidupan sehari-hari, manusia selalu berhadapan dengan beragam peristiwa. Ada peristiwa yang membuat sedih, ada pula yang membawa tawa dan kelegaan. 


Salah satu peristiwa yang paling dinantikan dan sering dirindukan adalah peristiwa yang menyenangkan. Ketika peristiwa seperti itu hadir, hati manusia biasanya dipenuhi rasa bahagia. 


Bahagia adalah kata yang sederhana, namun memiliki makna yang dalam dan menjadi dambaan setiap manusia. 


Hampir semua orang sepakat bahwa tujuan hidup manusia pada dasarnya adalah memperoleh kebahagiaan dan menjauhi segala bentuk kesengsaraan.


Dalam pandangan Islam, kebahagiaan bukan hanya sekadar perasaan senang sesaat yang muncul karena hal-hal duniawi. 


Kebahagiaan sejati adalah ketenangan jiwa yang hadir karena kedekatan seseorang dengan Allah. Al-Qur’an memberikan petunjuk yang jelas bahwa kebahagiaan tidak hanya diukur dari banyaknya harta, jabatan, atau popularitas, melainkan dari kualitas iman, amal saleh, dan hati yang lapang menerima ketentuan-Nya. 


Allah berfirman bahwa hati akan menemukan ketenangan dan kebahagiaan hakiki hanya dengan mengingat-Nya.


Semua agama pada dasarnya menawarkan jalan menuju kebahagiaan bagi para pengikutnya. Begitu pula dalam Islam, kebahagiaan dijanjikan kepada hamba yang senantiasa berusaha menjaga hubungan baik dengan Tuhannya, memperbaiki diri, serta menjadikan nilai-nilai keimanan sebagai pedoman dalam setiap langkah. 


Karena itu, manusia pun berlomba-lomba untuk meraih kebahagiaan sesuai keyakinan yang dianutnya, seolah seluruh perjalanan hidup ini hanyalah upaya untuk menemukan kebahagiaan yang utuh.


Namun, kebahagiaan dalam Islam tidak hanya bersifat individual. 


Kebahagiaan juga lahir ketika seseorang mampu bermanfaat bagi orang lain, menebar kebaikan, dan menjaga hubungan harmonis dengan sesama makhluk. 


Inilah yang menjadikan kebahagiaan sebagai sebuah perjalanan spiritual: bukan sekadar menikmati peristiwa menyenangkan, tetapi juga menghadirkan makna dan kebaikan di dalamnya. Dengan demikian, kebahagiaan sejati bukan hanya dicari, tetapi juga diciptakan melalui iman, amal, dan hati yang penuh syukur.

Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 comments:

Posting Komentar