Oleh : Andy Ratmanto, SH / Ketua Majelis Kader PCM Banjarsari, Sekretaris PRM Setabelan, Anggota Majelis Hukum PDM Surakarta, Anggota Korps mubaligh Muhammadiyah PDM Surakarta, Anggota Korps mubaligh Muhammadiyah PCM Banjarsari
MUHAMMADIYAH ITU HEBAT
Muhammadiyah itu hebat.
Bukan karena kekayaannya, bukan pula karena kekuasaannya,
tetapi karena ketulusan niat dan konsistensinya dalam beramal untuk kemanusiaan.
Sejak pertama kali Kiai Ahmad Dahlan menyalakan lentera dakwah di Yogyakarta pada tahun 1912, Muhammadiyah telah menanamkan satu keyakinan:
bahwa Islam tidak hanya harus dipahami, tetapi harus dihidupkan — menjadi cahaya yang menerangi seluruh sendi kehidupan.
Muhammadiyah itu hebat, karena ia tidak berhenti di wacana, tidak puas dengan kata-kata.
Ia hadir di tengah masyarakat dengan amal nyata.
Dari surau kecil menjadi sekolah-sekolah besar yang mencerdaskan, dari klinik sederhana menjadi rumah sakit yang menyelamatkan jiwa, dari kelompok pengajian menjadi gerakan global yang menebar manfaat hingga ke pelosok dunia.
Di setiap langkahnya, Muhammadiyah mengajarkan bahwa beragama bukan hanya urusan pribadi, tetapi juga tanggung jawab sosial. Berislam bukan hanya tentang shalat dan doa,
tetapi tentang menegakkan keadilan, memberantas kebodohan, dan menolong sesama tanpa pamrih.
Muhammadiyah itu hebat, karena ia mampu menjaga keseimbangan antara iman dan ilmu, antara akidah dan amal.
Dalam setiap sekolahnya, Muhammadiyah menanamkan nilai-nilai kejujuran, kerja keras, dan cinta tanah air.
Dalam setiap rumah sakitnya, Muhammadiyah menghadirkan pelayanan yang tidak memandang suku, agama, atau status sosial.
Dalam setiap kegiatannya, Muhammadiyah membuktikan bahwa Islam adalah agama yang rahmatan lil ‘alamin —
rahmat bagi seluruh alam.
Muhammadiyah itu hebat, karena semangat tajdid (pembaruan) tidak pernah padam.
Gerakannya selalu menyesuaikan diri dengan zaman tanpa kehilangan ruh perjuangannya.
Dari dakwah di langgar kecil hingga dakwah digital di ruang maya,
dari pendidikan dasar hingga universitas internasional,
Muhammadiyah selalu menemukan cara untuk terus mencerahkan semesta.
Dan yang membuat Muhammadiyah semakin hebat adalah orang-orang di dalamnya:
para guru yang setia mendidik tanpa pamrih, para dokter yang melayani dengan kasih,
para relawan yang bekerja dalam senyap, dan jutaan kader yang menggerakkan perubahan di tempat-tempat yang mungkin tak pernah disebut.
Mereka tidak menuntut pujian, karena mereka yakin, amal yang dilakukan dengan ikhlas akan menjadi cahaya yang kekal.
Itulah wajah sejati Muhammadiyah — gerakan yang lahir dari cinta, tumbuh dengan pengorbanan,
dan terus hidup karena semangat untuk memberi manfaat.
Muhammadiyah itu hebat, karena ia tidak hanya membangun lembaga, tetapi membangun peradaban.
Tidak hanya mendidik kepala, tetapi juga menuntun hati.
Tidak hanya menolong manusia, tetapi memuliakan kemanusiaan.
Selama matahari masih terbit di ufuk timur, dan selama ada hati yang ingin berbuat baik,
semangat Muhammadiyah akan terus hidup — menerangi negeri, membimbing umat, dan mencerahkan semesta.
✨ Muhammadiyah Itu Hebat — karena Islam yang berkemajuan adalah amal yang tak pernah berhenti.
Kehebatan Muhammadiyah terletak pada keseimbangan antara dakwah dan amal usaha. Ia tidak hanya berbicara tentang surga, tetapi juga membangun jalan menuju ke sana melalui pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan umat. Ribuan sekolah, universitas, rumah sakit, dan panti asuhan berdiri kokoh, menjadi saksi nyata bahwa Islam bukan hanya ajaran, tapi juga peradaban.
Muhammadiyah hebat karena mampu menjaga kemurnian ajaran Islam tanpa menutup diri terhadap kemajuan zaman. Di tengah arus globalisasi dan tantangan moral, Muhammadiyah tetap teguh dengan prinsip Islam berkemajuan. Sebuah konsep yang memadukan iman dan ilmu, tauhid dan teknologi, akidah dan kemanusiaan.
Lebih dari itu, Muhammadiyah hebat karena kader-kadernya bukan hanya pandai berbicara, tapi juga siap bekerja. Mereka hadir di kampus, di pasar, di pemerintahan, bahkan di pelosok desa, membawa semangat tajdid semangat memperbarui kehidupan sesuai tuntunan Al Quran dan Sunnah. Mereka adalah para penggerak perubahan yang tidak menunggu waktu, tetapi menciptakan waktu untuk berbuat.
Muhammadiyah bukan hanya organisasi, tapi juga gerakan peradaban. Ia mendidik tanpa pamrih, menolong tanpa pamrih, dan berdakwah tanpa henti. Itulah sebabnya, di mana ada Muhammadiyah, di situ ada kemajuan.
Dan selama masih ada jiwa yang mau beramal dan berjuang di jalan kebenaran, selama itu pula Muhammadiyah akan terus menjadi cahaya yang menuntun bangsa ini menuju masa depan yang lebih cerah.

0 comments:
Posting Komentar