Dwi Jatmiko

Pendakwah

Neng Aisi Pariha: Dari Butik Rumahan hingga Public Speaking di Majelis Taklim

Leave a Comment

 


EDUAILA.COM, Bekasi – Nama Neng Aisi Pariha mungkin lebih dikenal di lingkungan pengajian sekitar Bekasi sebagai sosok yang kerap dipercaya menjadi pembawa acara, memimpin doa, hingga tahlil. Namun, di balik kiprahnya sebagai ibu rumah tangga, ia menyimpan beragam pengalaman yang memperkaya perjalanan hidupnya, mulai dari dunia bisnis hingga seni peran.


Perempuan kelahiran Bekasi ini memiliki pengalaman lebih dari lima tahun di bidang public speaking. Kemampuannya terasah lewat berbagai kegiatan pengajian, di mana ia sering diminta menjadi MC atau pembawa doa. 


“Awalnya hanya diminta menggantikan, lama-lama justru semakin sering dipercaya,” ungkapnya. Dari situ, ia mulai belajar teknik komunikasi dan keberanian tampil di depan banyak orang.


Selain aktif di majelis taklim, Neng Aisi juga pernah menekuni dunia usaha. Pada tahun 2010 hingga 2015, ia mengelola sebuah butik kecil di rumahnya, menjual pakaian wanita yang didatangkan langsung dari Tanah Abang. Dengan pelayanan ramah dan promosi menarik, tokonya berhasil menarik pelanggan sekitar. “Kuncinya sederhana, sabar melayani dengan baik dan selalu update model baju,” kenangnya.


Tidak hanya itu, Neng Aisi juga pernah merasakan pengalaman berbeda dengan terjun ke dunia seni peran. Pada Januari 2016, ia dipercaya memerankan seorang ibu dalam sebuah film pendek yang mengisahkan kehidupan keluarga di Bantargebang, Bekasi. Film itu menyoroti kerasnya hidup di tengah tumpukan sampah, menghadirkan sisi lain dari kehidupan masyarakat miskin kota. 


“Itu pengalaman berharga, karena saya belajar merasakan peran dan realitas sosial secara langsung,” ujarnya.


Kini, meski lebih banyak berkegiatan di lingkup keluarga dan pengajian, Neng Aisi terus mengasah kemampuannya. Ia bahkan pernah mewakili majelis taklim dalam lomba membaca puisi dan syahril Qur’an, hingga meraih juara. Baginya, public speaking bukan sekadar tampil, melainkan sarana menyampaikan pesan dengan hati.


Dengan latar belakang pendidikan SMA sederajat, Neng Aisi membuktikan bahwa pembelajaran sejati bisa datang dari pengalaman hidup. Kemampuannya dalam public speaking, disiplin, dan kerja mandiri menjadi modal berharga untuk terus berkontribusi di masyarakat.


Bagi Neng Aisi, menjadi ibu rumah tangga bukan berarti berhenti berkarya. Ia menegaskan bahwa setiap peran yang dijalani, baik di rumah, di bisnis, maupun di panggung pengajian, adalah bagian dari perjalanan hidup yang patut disyukuri. 


“Saya percaya, kalau kita ikhlas menjalani, selalu ada jalan untuk berkembang,” tutupnya penuh semangat.


Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 comments:

Posting Komentar